MANOKWARI, mangrove.id| Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat telah menetapkan alur seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat Nasional untuk tahun 2026.
Mengacu pada edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka, maka proses seleksi akan dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat kabupaten pada bulan April mendatang.
Dimana tahapan seleksi yang dilaksanakan meliputi: wawasan kebangsaan, kesehatan, wawancara, kepribadian, intelejensi umum hingga keterampilan baris berbaris.
Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi, S.STP., M.Si menjelaskan bahwa hasil seleksi tingkat kabupaten akan diumumkan melalui aplikasi transparansi.
Selanjutnya, admin BPIP pusat akan memindahkan nama-nama yang lolos tahapan tes di tiap kabupaten, ke aplikasi yang dikelola provinsi untuk diverifikasi ulang oleh Badan Kesbangpol Provinsi Papua Barat.
“Kami akan mengirim surat ke masing-masing kabupaten untuk memanggil peserta yang sudah lolos di tingkat kabupaten untuk datang ke Manokwari,” ujar Maniagasi saat dikonfirmasi wartawan di Manokwari, Rabu (4/3/2026).
Sementara, Kepala Bidang Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Theodorus Kawer, S.IP menambahkan bahwa peserta yang lolos tersebut akan menjalani seleksi ulang di tingkat provinsi pada 4 – 7 Juni. Proses ini mencakup pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up) yang lengkap serta seleksi kemampuan dasar yang ketat.
Tujuan utama dari tahapan yang ketat ini adalah menjaring perwakilan terbaik untuk tingkat nasional. Tim dari BPIP juga akan turun langsung memantau proses seleksi di provinsi untuk memastikan standar nasional terpenuhi.
Nantinya, akan terpilih tiga pasang (enam orang) yang akan mendapatkan fasilitasi biaya dari BPIP, mulai dari tiket pesawat hingga penginapan, sebelum akhirnya ditetapkan satu pasang terbaik yang akan mewakili Provinsi Papua Barat pada pengibaran bendera di Istana Negara pada peringatan detik-detik Proklamasi.
Dalam prosesnya, Kawer mengakui adanya tantangan anggaran yang dihadapi oleh beberapa kabupaten, sehingga menyulitkan daerah mengirim peserta. Ia mencontohkan, seperti Kabupaten Pegunungan Arfak yang tidak mengirimkan peserta selama tiga tahun berturut-turut.
Guna memastikan objektifitas dan kualitas hasil seleksi, pihak Badan Kesbangpol melibatkan berbagai mitra strategis. Tahun ini, tim panitia menggandeng pelatih dari Kodam XVIII/Kasuari, tim medis dari RSUP Papua Barat, serta Purna Paskibraka melalui rekomendasi dari Dewan Pembina Purna Paskibraka Indonesia (DPPI). (len)

































Hari ini : 256
Kemarin : 186
Total Kunjungan : 163764
Hits Hari ini : 527
Who's Online : 2