TELUK BINTUNI, Mangrove.id| Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menegaskan, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan yang responsif, inovatif dan efisien melalui penerapan berbagai program transformasi kesehatan.
Salah satunya adalah Program Kartu Papua Barat Sehat.
Gubernur menjelaskan, program ini bertujuan memberikan jaminan pemeliharaan kesehatan kepada masyarakat Orang Asli Papua (OAP) yang tidak termasuk dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Dan peningkatan tipe Rumah Sakit Provinsi menjadi tipe B, sehingga masalah – masalah kesehatan yang terjadi di masyarakat dapat teratasi dengan baik,” kata Gubernur saat membuka Raker Kesehatan Daerah tingkat provinsi di gedung sasana karya Pemkab Teluk Bintuni, Selasa (26/8).
Melalui raker ini, gubernur berharap Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten dapat berkolaborasi, bersinergi dalam melakukan akselerasi dan transformasi pembangunan di bidang kesehatan, khususnya dapat mengatasi enam masalah utama kesehatan.
“Kurangnya akses ke layanan primer, kurangnya kapasitas pelayanan rujukan di Rumah Sakit, ketahanan kesehatan yang masih lemah, pembiayaan kesehatan yang masih belum efektif, SDM kesehatan yang masih kurang dan tidak merata serta minimnya integrasi teknologi kesehatan,” rinci gubernur.
Dia menambahkan, bulan September dan Oktober 2025, masyarakat secara serentak akan diberikan kelambu di tiga kabupaten edemis tinggi yaitu Manokwari , Manokwari Selatan dan Teluk wondama. Ini kata gubernur, merupakan wujud kehadiran pemerintah.
“Untuk itu saya berharap, ini bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, gubernur mengungkap, tantangan yang dihadapi sekarang ini, yaitu Tuberkulosis (TBC) dan HIV. Kendati demikian, upaya penanggulangan TBC di Papua Barat menempati urutan ke-4 tingkat nasional pada tahun 2024, sebagai Penemuan Kasus TBC Terbaik.
“Namun, kita masih perlu meningkatkan angka kesembuhan serta kelengkapan pengobatan TBC agar penularan dapat ditekan,” harapnya.
Lebih lanjut, gubernur menyebut, sama halnya dengan HIV yang masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Untuk itu, gubernur menyarankan, kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat, serta inovasi layanan kesehatan yang berkelanjutan agar eliminasi penyakit menular dapat tercapai di Papua Barat.
Raker kesda tahun ini dengan tema Akselerasi dan Transformasi Kesehatan Menuju Papua Barat Sehat, gubernur menekankan, perlu adanya akselerasi dan transformasi yang signifikan pada Pembangunan Kesehatan di Papua Barat.
Sedikitnya ada empat hal penting yang wajib dilakukan tiap pemerintah daerah se Papua Barat, yakni:
- Melakukan sinergitas dan sinkronisasi program dan sumber daya kesehatan antara provinsi dan kabupaten/kota, baik antaralembaga pemerintah maupun antara lembaga pemerintah dengan mitra pembangunan lainnya,
- Penguatan pelayanan kesehatan dilakukan dengan strategi peningkatan akses pelayanan kesehatan, optimalisasi sistem rujukan, dan peningkatan mutu layanan.
- Menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis, menurunkan kasus TBC 50% dalam lima tahun dan bangun RS lengkap berkualitas di kabupaten ini merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dari Bapak Presiden Prabowo Subianto
- Menyelenggarakan Puskesmas Integrasi Layanan Primer (ILP) layanan berdasarkan klaster siklus hidup.
“Saudara-saudara sekalian adalah pahlawan kesehatan sejati, yang dengan pengabdian dan ketulusan hati telah menjaga kehidupan masyarakat Papua Barat,” pungkas gubernur.
Pada acara pembukaan Raker Kesda se Papua Barat ini, dilakukan juga penyerahan penghargaan kepada sejumlah pemda kabupaten yang berhasil menorehkan prestasi di bidang kesehatan.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada enam distrik di kabupaten Teluk Bintuni atas capaian eliminasi malaria. (len)

































Hari ini : 314
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164197
Hits Hari ini : 762
Who's Online : 6