TELUK BINTUNI, Mangrove.id| Dua pendeta GKI di Tanah Papua, yakni: Pdt. Yulius O. Fonataba dan Pdt. Viktor Trorba diberi amanat untuk menjadi figur dalam pekerjaan pekabaran Injil di Tanah Sisar Matiti.
Utamanya, dalam pekerjaan pekabaran Injil di masing-masing tempat tugas, keduanya diamanatkan menjadi figur yang dapat membangun serta menguatkan kesehatian dan kesatuan seluruh jemaat.
“Jadilah figur dimana Injil itu diberitakan. Jangan sampai, kitalah menjadi penyebab Injil itu tidak sampai diberitakan,” pesan Anggota Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah XII, Pdt. Rosalie Wamafma, Minggu (27/7).

Pdt. Wamafma menuturkan, medan pelayanan bagi dua pendeta yang dilantik sebagai Anggota Badan Pekerja Klasis Pergantian Antar Waktu (PAW) tersebut, tidak sesulit dulu.
Melainkan, keduanya hanya melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh para pendahulu, serta menjaga eksistensi pekabaran Injil di Sisar Matiti yang adalah bagian dari Tanah Papua.
“Bahwa saudara berdua dipanggil bekerja, bukan di dalam tanda heran yang belum dibuat. Tapi, bekerja dalam tanda heran yang Allah sudah siapkan. Semuanya sudah ada, tinggal saudara berdua mengelolanya dengan hati-hati, dan sesuai dengan firman Tuhan,” imbaunya.
Pdt. Wamafma menjelaskan, hanya dengan memegang teguh prinsip kebenaran firman Tuhan dan seluruh peraturan gereja, maka pekerjaan pekabaran Injil akan berjalan dengan baik dan benar.
Tak hanya itu, dua hamba-Nya juga diingatkan untuk membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh majelis jemaat di lingkungan pelayanan masing-masing.
Hal ini sangat penting, karena majelis jemaat merupakan partner kerja bagi seorang pendeta di medan pelayanan. Disamping itu, dukungan dari majelis jemaat sangat dibutuhkan dalam rangka menyukseskan misi pekabaran Injil.

“Mereka (majelis) itu yang akan menolong pekerjaan pelayanan saudara berdua. Jangan pernah menganggap diri sebagai pemain tunggal. Karena dalam organisasi, tidak mengenal istilah pemain tunggal, melainkan harus show bersama. Karena kesehatian dan kesatuan itu menjadi modal dalam melakukan banyak hal,” paparnya.
Lebih lanjut, Pdt. Wamafma mengingatkan akan pentingnya bekerja secara tim dengan Badan Pekerja Klasis harian. Utamanya, membangun komunikasi dan koordinasi yang intens dalam menjabarkan program kerja di tingkat klasis.
Oleh sebab itu, Pdt. Wamafma berpesan, peraturan tentang klasis yang diatur dalam Bab V Pasal 10 dalam Tata Gereja yang dijabarkan dalam 10 poin, haruslah dibaca dan dilaksanakan.
Sebagai informasi, Pdt. Yulius O. Fonataba dan Pdt. Viktor Trorba, dilantik sebagai Anggota Badan Pekerja Klasis GKI Teluk Bintuni Lingkungan 3 dan 4 sisa masa jabatan 2022 – 2027.
Prosesi pergantian antar waktu ini digelar di Jemaat GKI Ebenhaezer Sigerau SP 5, Bintuni dalam ibadah Minggu (27/7) yang dilayani Anggota Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua Wilayah XII, Pdt. Rosalie Wamafma.
Disela prosesi pelantikan, dilakukan serah terima jabatan Anggota BPK Lingkungan 3 dari Pdt. Imelda Mangulu selaku pejabat lama kepada Pdt. Viktor Trorba selaku pejabat baru.
Sementara, Pdt. Yulius Fonataba melanjutkan tugas dan tanggung jawab yang ditinggalkan mendiang Pnt. Marten Luther Asmorom.
Dalam menjalankan wewenangnya sebagai Anggota BPK Lingkungan, Pdt. Yulius O. Fonataba akan membawahi sedikitnya 20 jemaat di lingkungan 4 (Moskona Raya) dan Pdt. Viktor Trorba akan membawahi 11 jemaat di lingkungan 3 (Sumuri, Aroba, Babo, Tomu, Yakora). (len)
































Hari ini : 401
Kemarin : 568
Total Kunjungan : 171260
Hits Hari ini : 673
Who's Online : 1