TELUK BINTUNI, Mangrove.id| Kelompok paduan suara (PS) Jemaat GKI Ebenhaezer Sigerau, SP 5 Bintuni Timur, berhasil menorehkan prestasi dalam ajang lomba paduan suara lagu Mars Kabupaten Teluk Bintuni yang digelar panitia HUT Kabupaten Teluk Bintuni ke-22.
Dimana, dalam ajang yang berlangsung di GSG Bintuni, Kamis (5/6), PS Jemaat Ebenhaezer Sigerau sukses masuk dalam enam besar, dengan menyabet juara harapan dua.

Hasil ini tentu membuat bangga seluruh tim atas capaian yang diukir, sekaligus mengharumkan nama jemaat dalam pentas tingkat kabupaten tersebut.
Namun, di sisi lain, hasil ini juga nyatanya mengejutkan, karena PS Jemaat Ebenhaezer Sigerau diluar dugaan bisa mengisi daftar juara, berdampingan dengan PS Jemaat GKI Via Dolorosa dan PS. Paroki St. Yohanes Bintuni yang menjadi langganan juara.
Apalagi, para penyanyi PS Jemaat Ebenhaezer Sigerau yang terdiri dari 14 penyanyi sopran, 9 penyanyi alto, 7 penyanyi tenor dan 9 penyanyi bass, nyaris seratus persen adalah para pendatang baru di ajang paduan suara.
Meski begitu, seperti kata pepatah ‘usaha tidak akan mengkhianati hasil’, begitulah kira-kira yang menjadi motivasi bagi tim untuk lebih gigih dan berlatih lebih keras.
Disamping itu, adanya nas dalam Alkitab dari Mazmur 22:4, menjadi spirit utama seluruh tim, untuk selalu memberikan yang terbaik demi kemuliaan nama TUHAN.
Terlepas dari semangat juang para penyanyi, tidak bisa dipungkiri bahwa sosok pelatih menjadi kunci dari sebuah hasil dalam pertandingan atau perlombaan.

Dan sosok itu ialah Kalvino Marko Rex Koropasi, seorang talenta muda dalam bidang musik dan nyanyi, yang dimiliki Jemaat GKI Ebenhaezer Sigerau, Klasis Teluk Bintuni.
Jebolan The Voice Indonesia dan Pop Academy Indosiar
Bagi Jemaat GKI Ebenhaezer Sigerau dan warga Argosigemerai SP 5, pemuda yang akrab dengan panggilan Kelvin ini, sudah tidak asing lagi.

Selain sebagai guru pada salah satu sekolah di Bintuni, Kelvin juga dikenal sebagai pribadi yang humble di kalangan warga tempat tinggalnya, khususnya Jemaat Ebenhaezer Sigerau.
Disamping itu, Kelvin juga mudah dikenali karena merupakan anak dari pasangan Mozes Martin Koropasi dan Rachel Adriana Fransina Ramandei.
Dimana, ayahnya adalah seorang birokrat senior di Pemkab Teluk Bintuni, yang saat ini dipercayakan menjabat Kepala Distrik Bintuni.
Kembali ke bakat musik dan nyanyi yang dimiliki Kelvin. Bagi sebagian kalangan yang belum mengenal Kelvin, pasti akan terkejut saat mengetahui rekam jejak si bungsu dari lima bersaudara itu, dalam dunia musik.

Dan bagi kalangan yang sudah mengenal Kelvin, justru akan bangga saat melihat Kelvin tampil elegan menjadi kondakter pada seremoni pembukaan lomba paduan suara di GSG, yang disaksikan langsung Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy.
Sejak kecil, Kelvin memang menunjukkan bakatnya dalam dunia ‘tarik suara’. Terbukti, di usianya menginjak 10 tahun, Kelvin sudah mengharumkan nama Sisar Matiti, dalam lomba Pesparawi se- Tanah Papua yang digelar di kabupaten Biak Numfor, tahun 2007 silam. Dalam lomba itu, Kelvin sukses meraih juara satu kategori Solo Anak.
Kesuksesan Kelvin tak sampai disitu saja. Dua tahun berselang, tepatnya di kota Samarinda, Kalimantan Timur pada lomba Pesparawi ke-IX Tingkat Nasional, Kelvin berhasil menyumbang Medali Emas untuk Provinsi Papua Barat, kategori Solo Anak.
Setelah itu, Kelvin mencoba meniti karirnya sembari mengasah bakat nyanyi, dengan mengikuti ajang The Voice Indonesia pada tahun 2018.
Dalam ajang ini, dia berhasil hingga fase Blind Audition. Selain itu, Kelvin juga mengikuti ajang Pop Academy Indosiar pada tahun 2020, dan berhasil masuk Top 20.
Pada tahun 2021, Sarjana bahasa Jerman ini, kembali mengikuti lomba Pesparawi tingkat Provinsi Papua Barat dan kembali sukses mengharumkan nama Teluk Bintuni usai meraih Medali Emas dalam kategori Solo Remaja.
Ia juga sukses menjadi Champion membawa nama Teluk Bintuni ke tingkat Nasional pada Lomba Pesparawi se Papua Barat kategori Musik Pop Gerejawi, tahun 2021.
Anak Asli Papua 7 Suku dari Suku Wamesa ini, telah menjadi bukti bahwa kabupaten penghasil Migas ini memiliki orang-orang hebat yang bisa bersaing tidak hanya di level regional.
Bahkan rekam jejak Kelvin yang demikian, telah membuktikan bahwa tanah Sisar Matiti sebenarnya tidak kekurangan akan SDM yang berbakat di bidangnya.
Sekalipun memiliki bakat dan prestasi gemilang, tak berarti membuat Kelvin sombong, justru dengan kelebihannya itu, dia tak ragu berbagi ilmu dengan teman-temannya.
Dalam benak pemuda yang bekerja sebagai tenaga honorer ini, bahwa hidup bukan tentang mencari kekayaan, melainkan tentang belajar dan berbagi.
Untuk itu, sebagai ungkapan syukurnya kepada TUHAN, ia mendedikasikan hidupnya dalam pelayanan gereja dan dunia pendidikan, demi satu harapan akan lahirnya generasi emas di masa depan.
Kelvin hanya sebagian kecil dari mereka yang sampai saat ini tetap kokoh berdiri, tetap eksis untuk mengharumkan nama tanah moyangnya, Sisar Matiti. (len)

































Hari ini : 105
Kemarin : 867
Total Kunjungan : 177695
Hits Hari ini : 188
Who's Online : 4