Mangorve.id | Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni memboyong Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka studi banding di kota Denpasar, Provinsi Bali selama seminggu sejak 28 Juli – 1 Agustus 2023, Jumat (28/7/2023).
Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw, turut hadir dalam kunjungan ke balai kota Denpasar di Jalan Gajah Mada No 1 Kota Denpasar yang disambut Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa. Kedua pimpinan saling bertukar cinderamata sebagai tanda mata dari masing-masing daerah.

Studi banding ini bertujuan untuk melihat bagaimana cara pemerintah Denpasar menangani sampah dan melihat potensi mangrove yang berada di daerah wisata yang telah terkenal di penjuru Indonesia.
Selanjutnya Asisten III, I Dewa Nyoman Samadi juga turut memberikan penjelasan bagaimana cara pengolahan sampah di Denpasar.
Tepat di Kota Denpasar, hutan mangrove merupakan salah satu pariwisata yang berwawasan lingkungan hidup dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial, budaya, ekonomi masyarakat lokal, serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
Dikatakan I Dewa Nyoman, cara pengelolaan sampah dilakukan secara sewa kelola, yang mana dimulai dari desa. Selain dari itu Pemerintah juga melibatkan pihak ke tiga kontraktor swasta untuk mengolah sampah tersebut.
Dengan melibatkan pihak ke tiga, maka dengan kontrak fee sebanyak 100 ribu per ton untuk sampah pemerintah termasuk sampah di pasar dan rumah tangga, Ujar Dewa Nyoman.
Dirinya mengatakan tak hanya melibatkan pihak ke tiga, Pemerintah juga membuat regulasi pengelolaan sampah sesuai dengan UU No 14 tahun 2008, serta peraturan Gubernur Bali No 47 Tahun 2018 tentang pengolahan sampah berbasis sumber, yang di mana sampah yang sumber atau masyarakat segera di pilah seperti sampah organik, anorganik dan residu.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas PU Ketut Adi Wiguna mengatakan, untuk sampah Anorganik ada 317 bak sampah sudah yang tersebar di kecamatan, yang organik dilayani sewakelola ke TPST.
Pada Perda No 3 Tahun 2015 tentang penyempurnaan pengelolaan sampah disempurnakan untuk mendukung pengelolaan sampah yang berbasis sumber.
Setelah melakukan kunjungan ke balai kota, rombongan menuju ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur. Dibangun di atas lahan seluas 2 hektar pemberian Pemerintah Provinsi Bali.
Adi Wiguna saat mendampingi kunjungan ke TPST mengatakan, TPST ini dibangun dengan dana APBN sementara pemerintah kota Denpasar hanya melakukan pengolahan sampah dengan mengirim sampah plastik yang sudah di keringkan menggunakan mesin pengering, dikemas berbentuk ball besar selanjutnya dikirim ke pabrik Semen di Pulau Jawa.
Pengolahan sampah di Kota Denpasar selama ini menggunakan sistem pengolahan sampah secara terpadu, yang melibatkan berbagai elemen mulai dari pemerintah kota, kelurahan hingga kepala desa, tokoh adat, agama, pemuda juga dilibatkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
Selain Teluk Bintuni sejumlah kabupaten di Indonesia juga melakukan kunjungan ke Denpasar untuk melihat bagaimana pengolahan sampah di Denpasar. Ujar Adi Wiguna
Sementara itu, Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw dalam kesempatan bertemu Walikota Denpasar mengatakan, kunjungan ini bermaksud untuk melihat secara dekat bagimana cara pengolahan mangrove dan sampah di Denpasar, mengingat Teluk Bintuni juga sebagai kabupaten dengan luasan mangrove terbesar di Indonesia. (Susi)
































Hari ini : 644
Kemarin : 499
Total Kunjungan : 180873
Hits Hari ini : 1109
Who's Online : 6