Mangrove.id| Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni melalui Badan kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL)gelar pemantapan wawasan kebangsawaan bagi Aparat kampung se Distrik Bintuni dan Distrik menimeri di kabupaten Teluk Bintuni, kegiatan berlangsung di Aula Kemenag, Jl Tisay, Distrik Bintuni Timur, Kamis (15/12/2022).

Dengan menghadirkan pemateri wawasan kebangsaan, Sekretaris Kesbangpol Teluk Bintuni,Markus Marlena Iba.SE, Wakapolres Teluk Bintuni, Kompol Muhammad Salim Nurlily, S.I.P, SH, MH dan Plt Kasdim 1806/TB Kapten Kav Satria Dharmanugraha.
Dalam sambutan Bupati Teluk Bintuni yang disampaikan oleh Staf ahli, Anwar Bauw mengatakan Banyak kalangan yang melihat perkembangan politik, sosial, ekonomi dan budaya di Indonesia sudah sangat memprihatinkan.
“Kekuatiran itu menjadi semakin nyata ketika menjelajah pada apa yang dialami oleh setiap warga negara, yakni memudarnya wawasan kebangsaan, Apa yang lebih menyedihkan lagi adalah bilamana kita kehilangan wawasan tentang makna hakekat bangsa dan kebangsaan yang akan mendorong terjadinya dis-orientasi dan perpecahan” Ujar anwar
Sementara itu,ada timbul pertanyaan mengapa akhir-akhir ini wawasan kebangsaan menjadi banyak dipersoalkan, apabila didalami,menangkap berbagai ungkapan masyarakat terutama pada kalangan cendikiawan dan pembukaan masyarakat, mungkin ada hal yang menjadi keprihatinan.
Yang pertama Ada kesan seakan-akan semangat kebangsaan telah menjadi dangkal atau tererosi terutama di kalangan generasi muda seringkali disebut bahwa sifat materialistik mengubah kicalisme yang merupakan jiwa kebangsaan.
Kedua, ada kekuatiran ancaman disintegras kebangsaan, dengan melihat gejala yang terjadi di berbagai daerah menjadi paham kesukuan atau keagamaan.
Ketiga, ada keprihatinan tentang adanya upaya untuk melarutkan pandangan hidup bangsa ke dalam pola pikir yang asing untuk bangsa
Dikatakan Anwar bahwa disetiap orang tentu memiliki rasa kebangsaan dan memiliki wawasan kebangsaan dalam perasaan atau pikiran, paling tidak di dalam hati nuraninya. Dalam realitas, rasa kebangsaan itu seperti sesuatu yang dapat dirasakan tetapi sulit dipahami.
“Rasa kebangsanaan adalah kesadaran berbangsa, yakni rasa yang lahir secara alamiah karena adanya kebersamaan sosial yang tumbuh dari kebudayaan, sejarah, dan aspirasi perjuangan masa lampau, serta kebersamaan dalam menghadapi tantangan sejarah masa kini” ucap Anwar
Rasa kebangsaan bukan monopoli suatu bangsa, tetapi ia merupakan perekat yang mempersatukan dan memberi dasar keberadaan (raison d’entre) bangsa-bangsa di dunia. Dengan demikian rasa kebangsaan bukanlah sesuatu yang unik yang hanya ada dalam diri bangsa kita karena hal yang sama juga dialami bangsa-bangsa lain.
“Bagaimana pun konsep kebangsaan itu dinamis adanya, dalam kedinamisannya, antar-pandangan kebangsaan dari suatu bangsa dengan bangsa lainnya saling berinteraksi dan saling mempengaruhi,dengan benturan budaya dan kemudian bermetamorfosa dalam campuran budaya dan sintesanya”
Kesadaran berbangsa dan bernegara berarti sikap dan tingkah laku harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan selalu mengkaitkan dirinya dengan cita-cita dan tujuan hidup bangsa Indonesia (sesual amanah yang ada dalam Pembukaan UUD 1945).
1. Menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia yang terdiri dari beberapa suku bangsa yang mendiami banyak pulau yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dengan beragam bahasa dan adat Istiadat kebudayaan yang berbeda-beda,Kemajemukan itu diikat dalam konsep wawasan nusantara yang merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya yang berdasarkan Pancasila dan YUD 1945.
2. Menumbuhkan rasa memiliki jiwa besar dan patriotisme untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa dan negara. Sikap dan perilaku yang patriotik dimulai dari hal-hal yang sederhana yaitu dengan saling tolong menolong, menciptakan kerukunan beragama dan toleransi dalam menjalankan Ibadah sesual agama masing-masing, saling menghormati dengan sesama dan menjaga keamanan lingkungan.
3. Memiliki kesadaran atas tanggungjawab sebagai warga negara Indonesia yang menghormati lambang-lambang negara dan mentaati peraturan perundangundangan.
“Kami berharap seluruh aparat kampung bertumbuh dan terus berkembangnya semangat kebangsaan dan semangat cinta tanah air, agar negara kita terus menjadi negara yang kuat dan kokoh, dapat menjadi penyambung lidah dari pemerintah sebagai pemersatu bangsa dilingkungan kampung masing -masing dan terus menjaga dan merawat pancasila serta mengamalkan pancasila dalam kehidupan setiap hari”Ujar Anwar. (Susi)


































Hari ini : 69
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 163952
Hits Hari ini : 86
Who's Online : 8