Menu

Mode Gelap

Info Tanah Papua · 9 Apr 2022 17:45 WIB ·

Ini Alasan Menteri Risma Bersinergi Dengan Sinode GKI di Tanah Papua


 Mensos Risma saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Sinode GKI di Tanah Papua yang diterima BP Am Sinode GKI. Perbesar

Mensos Risma saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Sinode GKI di Tanah Papua yang diterima BP Am Sinode GKI.

Mangrove.id| Sinergitas antara Kementerian Sosial RI dengan Sinode GKI di Tanah Papua mulai dibangun. Diharapkan, dengan sinergitas dua lembaga ini dapat mendorong peningkatan taraf hidup masyarakat.

Karena, kedua lembaga sama-sama memiliki tekad yang kuat untuk membangun Tanah Papua dan Sumber Daya Manusia-nya.

Menteri Sosial, Tri Rismaharini menjelaskan, alasan utama pihaknya bersinergi dengan GKI dikarenakan pihaknya ingin mengeliminasi kesenjangan akibat tingginya harga barang di beberapa daerah.

“Alasan pertamanya itu karena kami ingin harga barang itu bisa seperti di pulau Jawa, itu keinginan kami. Tapi, tentu tidak bisa kalau kita hanya kasih barang. Oleh sebab itu, kami bantu juga alat transportasinya,” ucap Menteri saat diwawancarai Awak Media usai menyerahkan hibah di kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Jayapura beberapa waktu lalu.

Menteri menerangkan, pihaknya akan memulai dengan program pemberdayaan masyarakat di Klasis Sarmi untuk menjadi daerah percontohan. Terkait program ini, Menteri Risma mengatakan pihaknya tidak sekadar memikirkan pemberdayaan masyarakatnya saja, tapi akses pasar.

“Dari survei lapangan kita sudah punya hasilnya. Misalnya, kalau hasil usaha gridnya nomor satu, bisa kita jual ke pasar. Tapi, misalnya kualitasnya grid dua, bisa kita olah menjadi barang bernilai jual tinggi. Misalnya, buah hasil kebun yang over, bisa diolah menjadi selai misalnya. Sehingga tidak ada yang dibuang,” papar Menteri Risma.

Dikatakan Menteri, pihaknya akan memberikan pelatihan kepada masyarakat guna memahami baik cara-cara pengolahan sehingga tidak ada produk yang mubazir atau terbuang rusak. Sebab menurut Menteri, biasanya bila terjadi kelebihan produk maka pasti ada yang dibuang.

“Begitu over supply (kelebihan produksi), terus tidak terakses pasar kemudian dibuang. Ini tidak boleh terjadi. Makanya, disini pentingnya masyarakat diberi pelatihan bagaimana cara mengolah produk yang kelebihan itu,” lugasnya.

Menteri mengklaim, pihaknya sudah memiliki perencanaan mulai dari tahap awal hingga pada akses pasar. Dengan sinergitas bersama Sinode GKI di Tanah Papua, Menteri optimis hal itu bisa terwujud.

“Teori sederhananya gini, kalau orang sejahtera itu pengeluarannya berkurang, harga barang turun. Tapi, kita juga ingin agar kapasitasnya meningkat dengan mendorong peningkatan pendapatannya. Maka, dengan sinergi bersama GKI, semoga apa yang kami cita-citakan bisa terwujud,” pungkas mantan Wali Kota Surabaya itu. (Wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kreativitas Ibu-ibu PW Merangkai Bunga Hidup di Lomba HUT ke-100 Klasis

7 Februari 2026 - 09:39 WIB

Lomba Masak Diikuti Kaum Bapak, Pdt Solissa: Tugas Bapak Tidak Sebatas Cari Nafkah

7 Februari 2026 - 09:34 WIB

Ikaros Dimara: Ada Pemberdayaan Potensi Lokal di Kegiatan Perlombaan

7 Februari 2026 - 09:29 WIB

Warga Jemaat GKI se Lingkungan I Klasis Antusias Mengikuti Jalan Santai

7 Februari 2026 - 06:35 WIB

Sertijab 13 Kepala Distrik, Bupati Bintuni Ingatkan Tugas Penghubung

26 Januari 2026 - 13:49 WIB

Jemaat Ebenhaezer Sigerau Terima Penghargaan Sinode, Ukir Sejarah

5 Desember 2025 - 12:15 WIB

Trending di Info Tanah Papua
error: Content is protected !!