Mangrove.id| Bupati Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT mengungkap ada sekitar 50 lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlum terdaftar dalam aplikasi kepegawaian.
Sehingga, Orang Nomor Satu di jajaran Pemkab Teluk Bintuni memberi julukan kepada puluhan ASN ini sebagai ASN ‘liar’.
“Ada sebanyak 50-an ASN yang datanya tidak terdaftar sejak tahun 2015. Itu tidak ada datanya dalam aplikasi. Jadi ini kita bilang saja seperti PNS ‘liar’. Karena dia tidak memberikan laporan tentang status kepegawaiannya,” ungkap Bupati saat memberi arahan pada apel gabungan di halaman Setda Teluk Bintuni, Jumat (8/4/2022).
Bupati menerangkan, tidak terdaftarnya ASN pada sistem akan berimbas pada kepentingan ASN tersebut berkaitan dengan kenaikan pangkat hingga pengurusan pensiun.
“Oleh sebab itu, kalau ada yang mengetahui posisi ASN ini di OPD, distrik atau kampung-kampung segera melapor ke BKPP,” imbau Bupati.
Kaitan dengan hal ini, Bupati menilai penting untuk ditindaklanjuti. Sebab, penyelenggaraan rekrutmen Calon ASN bisa dipengaruhi. Sebab itu, Bupati meminta instansi teknis untuk segera melapor ke Pemprov Papua Barat hingga Badan Kepegawaian Negara.
“Saya harap hal itu bisa diselesaikan, agar rekrutmen CPNS bisa kita lakukan sesuai jadwal,” tutup Bupati sembari jelaskan satu daerah terlambat maka seluruhnya kena imbas. (Wanma)
































Hari ini : 525
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164408
Hits Hari ini : 2129
Who's Online : 9