Menu ✖

Mode Gelap

Pemerintahan · 18 Jun 2026 22:34 WIB ·

Jelang Pesparawi Nasional XIV, Kaban Kesbangpol Papua Barat Ingatkan Nilai Historis Manokwari Sebagai Kota Injil


 Kaban Kesbangpol Provinsi Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi, S.STP, M.Si menekankan pentingnya kedamaian di Manokwari selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV. Perbesar

Kaban Kesbangpol Provinsi Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi, S.STP, M.Si menekankan pentingnya kedamaian di Manokwari selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV.

MANOKWARI, mangrove.id| Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi, S.STP, M.Si, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang berlangsung di Kabupaten Manokwari, Papua Barat pada 18 – 28 Juni 2026.

Secara khusus, ia menekankan pentingnya menjaga kedamaian dengan mengingat kembali identitas historis religi yang melekat kuat pada Kota Manokwari.

“Kita tahu bersama bahwa Manokwari ini bukan hanya sekadar ibu kota Provinsi Papua Barat, tapi mempunyai nilai historis religi tersendiri bagi kita di Tanah Papua, dan kita juga sudah tahu bahwa Manokwari ini adalah Kota Injil,” ungkap Rheinhard kepada Wartawan yang dikonfirmasi usai rapat bersama perwakilan mahasiswa dan OKP di Manokwari, Kamis (18/6/2026).

Menurut alumni IPDN Angkatan XVI itu, status sebagai Kota Injil dan pusat sejarah religi di Tanah Papua harus tecermin secara nyata melalui sikap hidup masyarakat sehari-hari, terutama dalam menyambut ribuan tamu yang akan datang. “Penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV menjadi momentum yang tepat bagi kita untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kasih tersebut,” ujarnya.

Guna memastikan kesiapan dan keterlibatan semua pihak, Pemerintah Provinsi Papua Barat telah resmi menerbitkan Instruksi Gubernur Papua Barat Nomor 10.3.4.1/969/2026 tentang Kesiapsiagaan Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat Menjelang Penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV tahun 2026 di Kabupaten Manokwari.

Mantan Kaban Kesbangpol Teluk Bintuni itu mengungkap, bahwa salah satu poin krusial dalam instruksi tersebut tepatnya pada poin ketiga menuntut peran aktif dari seluruh komponen masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah di seluruh Papua Barat, terlebih khusus di Kabupaten Manokwari sebagai pusat kegiatan.

“Maksud dari instruksi ini tentunya adalah imbauan dari pemerintah untuk kita bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik. Mari kita sama-sama menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Manokwari agar tetap kondusif,” imbaunya.

Lebih lanjut, ia berharap keramahan khas masyarakat Papua Barat dapat dirasakan langsung oleh seluruh kontingen yang berasal dari 37 provinsi di Indonesia. Kenyamanan dan keamanan para peserta harus menjadi prioritas utama sejak masa persiapan hingga pasca acara.

“Kita semua dari berbagai elemen harus menjadi tuan rumah yang baik dan ramah, serta memberikan kenyamanan kepada saudara-saudara kita yang datang dari berbagai provinsi. Nilai-nilai kasih harus kita wujudkan, selama acara hingga seluruh peserta kembali ke wilayah masing-masing,” pungkas Rheinhard. (len)

Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BKPP Ungkap Masalah Pengganjian P3K Paruh Waktu

23 September 2026 - 08:08 WIB

Tidak Dapat Tambahan DAU dari Pusat Untuk Gaji ASN Daerah, Ini Klarifikasi Bappelitbangda Bintuni

17 September 2026 - 16:02 WIB

Tunggak Belasan Tahun, BP Tangguh Siap Bayar Dana Kompensasi TKA ke Pemkab Teluk Bintuni

29 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Tinjau Posko, Bupati Anisto Pastikan Pemerintah Responsif Cegah Karhutla

29 Agustus 2026 - 10:28 WIB

Rapat Bersama Pengurus Parpol, Rheinhard Tekankan Pendidikan Politik dan Transparansi LPJ

26 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Perdana di Papua Barat, Bakesbangpol Cetus Program Pendampingan Anggota Paskibraka

18 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Trending di Pemerintahan
error: Content is protected !!