Mangrove.id| Masyarakat Teluk Bintuni menyambut baik serta mengapresiasi langkah cepat Pemerintah menurunkan harga minyak tanah bersubsidi yang tadinya Rp 8.000/liter menjadi Rp 6.000/liter.
Turunnya harga BBM Bersubsidi ini, menjadi bukti bahwa Pemerintah peduli akan kepentingan masyarakat kecil.
Salah satu pedagang makanan di kota Bintuni, Hj Maddur kepada Mangrove.id, mengaku senang mengetahui harga minyak tanah sekarang sudah turun. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah.
“Saya sebagai masyarakat, mengucapkan terima kasih. Karena, harga minyak tanah yang tadinya meresahkan masyarakat, kini sudah kembali normal,” ucapnya saat disambangi di tempat jualannya, di Kali Tubi, Bintuni, Senin (13/3/2023).
Ia berharap, kedepannya harga minyak tanah subsidi tidak mengalami kenaikan menjelang bulan puasa hingga hari raya Idul Fitri. Justru, dirinya sangat berharap, tidak hanya minyak tanah, namun semua jenis BBM bisa turun harga.
Sebab Ia menilai, seluruh harga barang terutama bahan pokok akan naik, apabila terjadi kenaikan harga BBM.
“Kalau BBM naik pasti harga barang di pasar ikut naik. Kalau semua sudah naik, mau tidak mau harga dagangan kami terpaksa naik juga,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemda Teluk Bintuni dalam hal ini Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) saat rapat pada tanggal 7 Maret 2023 lalu yang dipimpin Wakil Bupati Teluk Bintuni, Matret Kokop, memutuskan untuk menurunkan harga minyak tanah bersubsidi dari Rp 8.000/liter menjadi Rp 6.000/liter.
Para Agen BBM Subsidi pun sudah dihimbau bahkan melalui surat resmi yang dikeluarkan Dinas Perindagkop dan UKM Teluk Bintuni, yang pada intinya harus menjual minyak tanah bersubsidi dengan harga Rp 6.000/liter. Apabila melanggar instruksi ini, Pemerintah mengancam akan mencabut izin usaha yang bersangkutan. (Susi)

































Hari ini : 190
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164073
Hits Hari ini : 390
Who's Online : 10