Menu

Mode Gelap

Info Tanah Papua · 19 Jul 2025 15:59 WIB ·

Rheinhard C. Maniagasi: Pemuda GKI Harus Jadi ‘Jembatan’ Rekonsiliasi


 Kaban Kesbangpol Teluk Bintuni, Rheinhard C. Maniagasi saat memaparkan materi di pembekalan pengurus FGM GKI Teluk Bintuni, Jumat. Perbesar

Kaban Kesbangpol Teluk Bintuni, Rheinhard C. Maniagasi saat memaparkan materi di pembekalan pengurus FGM GKI Teluk Bintuni, Jumat.

TELUK BINTUNI, Mangrove.id| ‘Tanggung Jawab Pemuda GKI di Tanah Papua Dalam Pembangunan di Kabupaten Teluk Bintuni’ menjadi judul materi yang dibawakan Kepala Badan Kesbangpol Teluk Bintuni, Rheinhard C. Maniagasi saat pembekalan jelang pelantikan pengurus FGM GKI Teluk Bintuni, Jumat (18/7).

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa sejatinya pemuda GKI di Tanah Papua bukan sekadar harapan masa depan, tetapi bagian dari jawaban TUHAN untuk membangun Tanah Papua hari ini.

Pemuda GKI juga ia tegaskan, terpanggil bukan hanya untuk aktif dalam rutinitas kegiatan/pelayanan di gereja, tetapi juga hadir sebagai ‘garam dan terang’ bagi daerah dan bangsa.

“Kabupaten Teluk Bintuni adalah tanah berkat yang TUHAN beri potensi luar biasa namun masih menghadapi tantangan dalam pembangunan fisik, sosial dan spiritual,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan beberapa prinsip sebagai landasan keterpanggilan pemuda GKI, diantaranya: mandat budaya (Kejadian 1:28) dengan maksud, bahwa TUHAN memberi kuasa kepada manusia untuk memelihara dan mengelola bumi.

Ada pula prinsip mengenai Injil yang membebaskan dengan maksud, pemuda GKI terpanggil untuk membela keadilan, perdamaian dan kesejahteraan rakyat.

“Juga, iman yang menjadi perbuatan (Yakobus 2:17). Pemuda tidak hanya mendengar firman, tapi menjadi pelaku firman di dunia nyata,” pesannya.

Prinsip berikutnya, yakni theologi kontekstual papua, ia menjelaskan, bahwa TUHAN hadir dalam budaya, adat dan tanah papua sebagai warisan yang harus dijaga oleh pemuda.

Oleh sebab itu, ia menuturkan, pemuda GKI sudah saatnya mengambil peran dan tanggung jawab, khususnya dalam mengisi pembangunan.

Mendukung hal tersebut, ia menawarkan enam aspek yang bisa menjadi sasaran bagi pemuda dalam rangka berkontribusi mengisi pembangunan di daerah.

Yakni: aspek spiritual, sosial, ekonomi, lingkungan, pendidikan serta politik dan advokasi. Dimana, ia menjelaskan, pemuda GKI harus sadar untuk membangun karakter yang kuat, menjadi teladan dalam kasih dan kesetiaan.

“Pemuda GKI juga harus menjadi jembatan rekonsiliasi antar suku, mencegah konflik dan kekerasan. Serta, menjadi suara profetik gereja yang kritis namun penuh kasih dan solusi,” ujarnya.

Di kesempatan ini, ia menawarkan sejumlah program yang bisa dijadikan inisiatif pemuda GKI sebagai manifestasi dalam mengisi pembangunan di daerah.

Pertama, Program ‘FGM Peduli Kampung’ dengan dua contoh aksi yakni: bakti sosial berupa pengobatan, pendidikan dan penguatan iman serta renovasi rumah ibadah, pembangunan PAUD dan rumah baca kampung.

Kedua, ‘Kelas Inspirasi Pemuda’ dengan dua contoh aksi yakni: pemuda GKI berbagi pengalaman sukses dalam bidang pendidikan, kerja maupun usaha (story telling) serta kolaborasi dengan klasis, pemerintah dan lembaga mitra dalam melaksanakan workshop/seminar yang menumbuhkan iman pemuda dalam menjalani masa muda yang produktif.

“Ketiga, ‘Forum Pemuda GKI se-Kabupaten Teluk Bintuni’ dengan dua contoh aksi yakni: wadah kolaborasi antarjemaat, klasis dan lintas gereja serta advokasi isu-isu sosial dari sudut pandang pemuda Kristen,” katanya.

Selain usulan program, ia juga menyampaikan sejumlah harapan dan rekomendasi, yang ditujukan kepada Gereja (majelis, klasis dan sinode), Pemda Teluk Bintuni dan Pemuda GKI di Klasis Teluk Bintuni.

Kepada pihak gereja, ia berharap, pelayanan pemuda yang kontekstual, kreatif dan transformatif dapat diwujudkan, dengan melibatkan pemuda dalam perencanaan gereja dan pelayanan lintas sektor.

Kepada pihak pemerintah daerah, ia berharap, keterlibatan pemuda GKI dalam forum-forum pembangunan daerah, serta memberi ruang dukungan bagi pengembangan SDM pemuda berbasis iman dan budaya.

Kepada Pemuda GKI di Tanah Papua, khususnya di Klasis Teluk Bintuni, ia berharap, saatnya bangkit! Jangan tunggu dipanggil, tapi datang dan bertindak.

“Jadilah pelayan, bukan penonton. Jadilah agen damai, bukan pemecah. Jaga komitmen, integritas dan semangat pelayanan dalam pembangunan tanah ini,” imbau Anggota Dewan Kurator DPC FGM GKI Teluk Bintuni.

Perlu diketahui, dalam pemaparannya, Rheinhard C. Maniagasi juga mensosialisasikan visi dan misi serta program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Periode 2025-2030, Yohanis Manibuy – Joko Lingara. (len)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 149 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kreativitas Ibu-ibu PW Merangkai Bunga Hidup di Lomba HUT ke-100 Klasis

7 Februari 2026 - 09:39 WIB

Lomba Masak Diikuti Kaum Bapak, Pdt Solissa: Tugas Bapak Tidak Sebatas Cari Nafkah

7 Februari 2026 - 09:34 WIB

Ikaros Dimara: Ada Pemberdayaan Potensi Lokal di Kegiatan Perlombaan

7 Februari 2026 - 09:29 WIB

Warga Jemaat GKI se Lingkungan I Klasis Antusias Mengikuti Jalan Santai

7 Februari 2026 - 06:35 WIB

Sertijab 13 Kepala Distrik, Bupati Bintuni Ingatkan Tugas Penghubung

26 Januari 2026 - 13:49 WIB

Jemaat Ebenhaezer Sigerau Terima Penghargaan Sinode, Ukir Sejarah

5 Desember 2025 - 12:15 WIB

Trending di Info Tanah Papua
error: Content is protected !!