Mangrove.id| PT. Pertamina (Persero) sama sekali tidak terlibat dalam proses kenaikan harga Minyak Tanah Bersubsidi di Kabupaten Teluk Bintuni, seperti yang diberitakan belakangan ini.
Pasalnya, Pertamina tidak memiliki hak dan kewenangan secara peraturan perundang-undangan untuk menaikkan atau menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) BBM Bersubsidi.
“Perlu kami klarifikasi bahwa minyak tanah itu BBM Subsidi. Tidak ada sedikitpun hak Pertamina menaikkan atau menurunkan BBM Subsidi. BBM Subsidi, penentuan mutlaknya ada di Pemerintah,” tegas Area Manager Communication, Relation & CSR PT. Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku, Eddie Mangun dalam keterangan persnya, Jumat (10/3/2023).
Ia menerangkan, perubahan harga pada BBM Bersubsidi bisa terjadi apabila dikehendaki Pemerintah, berdasarkan berbagai pertimbangan, salah satunya pajak.
Misalnya dia mencontohkan, BBM Subsidi jenis Pertalite yang disalurkan di Papua Barat tentu berbeda dengan daerah lain yang ada di luar pulau Papua.
“Kenapa, karena penetapan pajaknya sedikit lebih tinggi oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat. Maka, harganya lebih mahal. Begitupun BBM Subsidi yang lain, termasuk minyak tanah. Dan sekali lagi, kami tegaskan bahwa Pertamina tidak terlibat disitu (penetapan HET),” jelasnya.
“Jadi kalaupun ada pernyataan dari agen, yang menyebut bahwa Pertamina meminta untuk menaikkan harga, kami mohon hal ini harus segera diklarifikasi oleh agen tersebut,” pintanya tegas.
Ditambahkan, jika informasi tentang dugaan keterlibatan oknum di Pertamina pada proses kenaikan harga minyak tanah subsidi di Teluk Bintuni adalah benar, Mangun meminta agar dugaan itu bisa dibuktikan.
“Pernyataan itu dikeluarkan oleh pertamina siapa, dan suratnya mana, atau disampaikan lewat lisan maka harus ada bukti rekaman. Itu kami minta segera disampaikan,” tegasnya lagi.
Ia menuding, dengan mencatut nama Pertamina pada kasus ini, maka jelas bahwa ada upaya yang dilakukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk membodohi masyarakat.
“Informasi ini terus terang, dorang bilang bikin kabur air ini. Jangan karena Bintuni sudah air kabur, jadi dorang bikin tambah kabur lagi,” ketusnya. (Wanma)































Hari ini : 178
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164061
Hits Hari ini : 341
Who's Online : 4