Mangrove.id| Ibadah memperingati Kematian Yesus Kristus atau yang sering dikenal dengan Jumat Agung diperingati Jemaat GKI Gilgal Atibo, Manimeri, Kabupaten Teluk Bintuni, Jumat (15/4/2022).
Dalam ibadah yang dilayani Ketua Jemaat GKI Gilgal Atibo, Pdt. Ivone Bawole, S.Th, warga jemaat yang mayoritas Suku Sougb ini melaksanakannya dengan nuansa Adat Suku Sougb.

Hal ini nampak dari busana yang digunakan merupakan busana asli Suku Sougb serta bahasa Sougb yang mengisi beberapa bagian dari Tata Ibadah, termasuk lagu-lagu pujian asli Suku Sougb.
Dan juga, kelompok musikal yang diisi para Pemuda asal Suku Wamesa mendapat bagian membawakan lagu-lagu dalam Liturgi dari Nyanyian Rohani dan Kidung Jemaat menggunakan alat musik khas lagu daerah Papua.

Ada pula, budaya Sougb juga nampak pada persembahan yang lazim diberikan dalam bentuk uang, namun khusus pada peringatan Jumat Agung kali ini, sejumlah mama-mama memberikannya berupa hasil kebun dan bibit tanaman. Selain itu, ada pula olahan hasil kebun yang dibawa sebagai persembahan.

Tak sampai disitu, hingga pada jamuan makan siang, nuansa Suku Sougb tetap kental lewat menu khas Suku Sougb yang menghias meja makan, diantaranya Keladi, Kasbi (singkong), Petatas (ubi jalar), saus Buah Merah, Sayur Garnisun (sayuran campur dari daun Pepaya, daun Kasbi, daun Petatas dan daun Gedi), daging Babi yang dibakar menggunakan kulit kayu dan lain-lain.

Kendati kali ini nuansa ibadah lebih kental dengan budaya Sougb, namun kekerabatan antar suku tetap menjadi dasar persaudaraan didalam Tuhan. Dimana, sejumlah warga jemaat dari suku Nusantara ikut andil dengan memakai busana adatnya.
Pada ibadah Jumat Agung ini, turut dihadiri Plt Sekda Teluk Bintuni, Drs. Frans N. Awak beserta keluarga dan Wakil Sekretaris Badan Pekerja Klasis GKI Teluk Bintuni, Pnt. Drs. Yosep Yarangga. (Wanma)

































Hari ini : 508
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164391
Hits Hari ini : 1971
Who's Online : 9