Menu

Mode Gelap

Budaya · 15 Apr 2022 13:17 WIB ·

Gereja dan Pemerintah Apresiasi Ibadah Jumat Agung di Jemaat Gilgal Atibo


 Wasek Klasis GKI Teluk Bintuni dan Plt Sekda Teluk Bintuni saat diantar Jemaat menuju gedung Gereja Gilgal Atibo. Perbesar

Wasek Klasis GKI Teluk Bintuni dan Plt Sekda Teluk Bintuni saat diantar Jemaat menuju gedung Gereja Gilgal Atibo.

Mangrove.id| Klasis GKI Teluk Bintuni dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengapresiasi pelaksanaan ibadah dalam rangka memperingati Hari Kematian Yesus Kristus atau Jumat Agung di Jemaat GKI Gilgal Atibo, Jumat (15/4/2022).

Apresiasi ini dilontarkan langsung oleh Wakil Sekretaris Klasis GKI Teluk Bintuni, Pnt. Drs. Yosep Yarangga dan Plt Sekda Teluk Bintuni, Drs. Frans N. Awak yang berkesempatan hadir mengikuti ibadah.

Kedua Pemimpin ini menilai, ibadah Jumat Agung yang digelar jemaat Gilgal kali ini sungguh berhikmat. Sebab, budaya warisan leluhur Suku Sougb ditampilkan secara maksimal yang dipersembahkan bagi kehormatan dan kemuliaan nama Tuhan.

“Kepada Majelis dan Jemaat, serta semua yang terlibat dalam menyukseskan ibadah Etnik ini, kami atas nama Klasis GKI Teluk Bintuni mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ucap Yarangga dalam sambutannya.

Yarangga menilai, ibadah Jumat Agung yang didesain oleh seluruh komponen dalam Jemaat GKI Gilgal Atibo merupakan langkah maju yang patut diberikan penghargaan.

“Ini sungguh luar biasa. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih dan rasa bangga kami kepada seluruh jemaat untuk kesempatan yang baik ini. Kami harap, ibadah Etnik ini bukanlah yang pertama atau yang terakhir. Namun, kedepan bisa diatur untuk momen-momen tertentu, ibadah Etnik ini dipakai untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan,” ringkas Yarangga.

Sementara, Plt Sekda yang juga menyampaikan sambutan, kembali menyampaikan apresiasi dari Pemda Teluk Bintuni kepada seluruh warga jemaat yang sudah bekerja keras mempersiapkan ibadah Jumat Agung dalam bentuk Etnik (Suku) Sougb.

Plt Sekda mengaku sangat setuju dengan pandangan Gereja bahwa Adat Istiadat tidak hanya digunakan pada acara-acara duniawi saja, namun harus dipakai juga untuk memuji dan membesarkan nama Tuhan lewat kegiatan-kegiatan keagamaan.

Sehingga Ia berharap, kedepan metode peribadatan dengan menggunakan ragam Etnik semisal yang ditunjukkan oleh Suku Sougb, bisa menjadi pilihan pada perayaan hari-hari besar Gerejawi.

“Mari kita gunakan adat istiadat kita untuk memuji Tuhan,” ucap Plt Sekda.

Program Gereja yang diterjemahkan oleh seluruh Jemaat lewat berbagai kegiatan bukan saja ibadah, Plt Sekda menyatakan akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah.

Sebab, melalui kegiatan-kegiatan Gereja yang diimplementasikan warga jemaat maka dapat membentuk karakter masyarakat yang mampu menterjemahkan program Pemerintah dalam rangka mendorong pembangunan.

“Pesan kami, Jemaat Gilgal Atibo tetap mempertahankan Adat dan mempersembahkan Adat itu bagi kemuliaan nama Tuhan. Dan juga, kami harapkan melalui eksistensi adat istiadat yang diwariskan oleh Leluhur, Kabupaten yang kita cintai ini tetap Damai, Maju, Produktif dan Berdaya Saing,” pungkas Plt Sekda. (Wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 85 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wakil Bupati Matret Kokop Buka Kegiatan Rakerda KKSS Teluk Bintuni

25 Februari 2023 - 09:49 WIB

Buka Mubes Suku Sumuri, Bupati Petrus Kasihiw Harap Kedepan Generasi Sumuri Berdaya Saing

15 Juli 2022 - 06:22 WIB

Senator Filep Wamafma Apresiasi Pelaksanaan Mubes Suku Sumuri, Teluk Bintuni

15 Juli 2022 - 06:19 WIB

Hari Bhayangkara ke-76 Tahun, Polres Teluk Bintuni Gelar Lomba Yospan Jalan

28 Juni 2022 - 18:58 WIB

Generasi Teluk Bintuni Diharapkan Cinta Budaya Sendiri

10 Juni 2022 - 18:00 WIB

Ketua LMA Teluk Bintuni Berharap Suku Sebyar Tetap Bersatu

31 Mei 2022 - 13:43 WIB

Trending di Budaya
error: Content is protected !!