Mangrove.id| Klasis GKI Teluk Bintuni dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni mengapresiasi pelaksanaan ibadah dalam rangka memperingati Hari Kematian Yesus Kristus atau Jumat Agung di Jemaat GKI Gilgal Atibo, Jumat (15/4/2022).

Apresiasi ini dilontarkan langsung oleh Wakil Sekretaris Klasis GKI Teluk Bintuni, Pnt. Drs. Yosep Yarangga dan Plt Sekda Teluk Bintuni, Drs. Frans N. Awak yang berkesempatan hadir mengikuti ibadah.
Kedua Pemimpin ini menilai, ibadah Jumat Agung yang digelar jemaat Gilgal kali ini sungguh berhikmat. Sebab, budaya warisan leluhur Suku Sougb ditampilkan secara maksimal yang dipersembahkan bagi kehormatan dan kemuliaan nama Tuhan.

“Kepada Majelis dan Jemaat, serta semua yang terlibat dalam menyukseskan ibadah Etnik ini, kami atas nama Klasis GKI Teluk Bintuni mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ucap Yarangga dalam sambutannya.
Yarangga menilai, ibadah Jumat Agung yang didesain oleh seluruh komponen dalam Jemaat GKI Gilgal Atibo merupakan langkah maju yang patut diberikan penghargaan.
“Ini sungguh luar biasa. Sekali lagi kami sampaikan terima kasih dan rasa bangga kami kepada seluruh jemaat untuk kesempatan yang baik ini. Kami harap, ibadah Etnik ini bukanlah yang pertama atau yang terakhir. Namun, kedepan bisa diatur untuk momen-momen tertentu, ibadah Etnik ini dipakai untuk hormat dan kemuliaan bagi nama Tuhan,” ringkas Yarangga.

Sementara, Plt Sekda yang juga menyampaikan sambutan, kembali menyampaikan apresiasi dari Pemda Teluk Bintuni kepada seluruh warga jemaat yang sudah bekerja keras mempersiapkan ibadah Jumat Agung dalam bentuk Etnik (Suku) Sougb.
Plt Sekda mengaku sangat setuju dengan pandangan Gereja bahwa Adat Istiadat tidak hanya digunakan pada acara-acara duniawi saja, namun harus dipakai juga untuk memuji dan membesarkan nama Tuhan lewat kegiatan-kegiatan keagamaan.
Sehingga Ia berharap, kedepan metode peribadatan dengan menggunakan ragam Etnik semisal yang ditunjukkan oleh Suku Sougb, bisa menjadi pilihan pada perayaan hari-hari besar Gerejawi.
“Mari kita gunakan adat istiadat kita untuk memuji Tuhan,” ucap Plt Sekda.
Program Gereja yang diterjemahkan oleh seluruh Jemaat lewat berbagai kegiatan bukan saja ibadah, Plt Sekda menyatakan akan sangat bermanfaat bagi Pemerintah.
Sebab, melalui kegiatan-kegiatan Gereja yang diimplementasikan warga jemaat maka dapat membentuk karakter masyarakat yang mampu menterjemahkan program Pemerintah dalam rangka mendorong pembangunan.
“Pesan kami, Jemaat Gilgal Atibo tetap mempertahankan Adat dan mempersembahkan Adat itu bagi kemuliaan nama Tuhan. Dan juga, kami harapkan melalui eksistensi adat istiadat yang diwariskan oleh Leluhur, Kabupaten yang kita cintai ini tetap Damai, Maju, Produktif dan Berdaya Saing,” pungkas Plt Sekda. (Wanma)

































Hari ini : 397
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164280
Hits Hari ini : 1209
Who's Online : 3