Mangrove.id | Stunting masih menjadi masalah besar yang di hadapi Indonesia, stunting merupakan kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman seusianya dan memiliki penyebab utama kekurangan nutrisi.
Kadinekes Teluk Bintuni Franky Mobilala, mengungkapkan Penanganan stunting di Teluk Bintuni belum optimal masih sebab banyak OPD terkait yang belum secara langsung terlibat, Ujar Mobila saat di temui media di ruang kerjanya, Kamis (13/7/2023)
Dikatakan Mobilala bahwa akan berusaha untuk menargetkan angka stunting tahun 2024 turun menjadi 14 persen. Maka untuk mencapai angka tersebut butuh kerja sama yang baik bersama OPD terkait.
Dirinya mengatakan untuk Provinsi Papua Barat, Kabupaten Teluk Bintuni masih yang terendah dari 27 persen sekarang sudah di angka 22 persen, ini menunjukan penurunan angka stunting di Bintuni, Ujarnya.
Sambung Mobilala, sebelum adanya stunting Dinas Kesehatan sudah menangani gizi, terbukti dengan semua petugas gizi sudah tersebar di seluruh puskesmas yang ada di Teluk Bintuni.
Mobilala mengungkapkan pada beberapa hari lalu ia dan tim turun langsung dalam penanganan stunting, meyentuh masyarakat, sehingga langsung membuat pos yandu sakura di Tahiti, serta menjadi bapak asuh bersama ibu ketua Dharma Wanita Dinas Kesehatan, untuk enam orang anak yang mengalami stunting di jalan Tahiti, Ujarnya.
Kadinkes berharap untuk semua pimpinan OPD bisa mengambil peran agar menurunkan angka stunting di Teluk Bintuni. Dirinya sudah memerintahkan kepala bidang Kesehatan Masyarakat (KESMAS) ibu dan anak, untuk menangani stunting yang belum terjadi, melalui seribu hari kerja atau seribu hari sebelum kelahiran. (Susi)

































Hari ini : 471
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164354
Hits Hari ini : 1648
Who's Online : 8