Menu

Mode Gelap

Politik · 27 Okt 2024 11:02 WIB ·

Dihadapan Ratusan Warga, Pit Kasihiw Beberkan Taktik Turunkan Angka Kemiskinan di Teluk Bintuni


 Dihadapan Ratusan Warga, Pit Kasihiw Beberkan Taktik Turunkan Angka Kemiskinan di Teluk Bintuni Perbesar

KOTA SORONG, Mangrove.id| Keberhasilan pemerintah dalam menekan angka pengangguran, akan menjadi bukti nyata keseriusan dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Karena, dengan mengurangi jumlah pengangguran maka, otomatis mengintervensi angka kemiskinan untuk ikut turun.

Menurunkan angka kemiskinan lewat kebijakan pembukaan lapangan kerja sepertinya mudah dikatakan. Namun faktanya, tidak gampang hal itu dilaksanakan.

Kendati demikian, program dan kebijakan yang tepat bisa saja memberi pengaruh terhadap menurunnya angka kemiskinan.

Dan jika itu terjadi, maka tidak bisa dibantah bahwa konseptor itu ialah sosok pemimpin yang memiliki kompetensi.

Sebagai bukti, salah satu daerah yang mampu nenurunkan angka kemiskinan, yakni Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Mantan Bupati Teluk Bintuni yang juga Calon Wakil Gubernur Papua Barat Daya  Nomor Urut 1, Petrus Kasihiw, mengungkapkan, sebelum menjabat sebagai bupati, angka pengangguran di Teluk Bintuni berada di angka 7,8 persen atau sebanyak 2 – 6 ribu pengangguran.

“Tapi sekarang tinggal 3,5 persen,” jelas Pit Kasihiw saat bertatap muka dengan ratusan warga Malanu, Kota Sorong, Sabtu (26/10).

Pit Kasihiw menjelaskan, penurunan angka kemiskinan di era-nya, menjadi bukti adanya intervensi pemerintah dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Dimana, ia menyebut, pihaknya menghadirkan sebuah lembaga vokasi, yang dibiayai dari APBD Teluk Bintuni. Yakni, Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas (P2TIM) Teluk Bintuni.

“Anak-anak yang tadinya suka mabuk-mabuk, kita ajak untuk dilatih menjadi pekerja semi skil, yang siap bekerja di perusahaan-perusahaan,” sebutnya.

Di P2TIM, Pit Kasihiw mengungkapkan, setiap anak yang dinyatakan lolos seleksi, akan menempuh pendidikan dan pelatihan selama 3,5 bulan, dan setelah lulus akan diberikan sertifikat berstandar internasional.

“Jebolan P2TIM ini, sampai ada yang bekerja di Qatar, Brunei Darussalam dan perusahaan-perusahaan tambang yang ada di dalam negeri,” bebernya.

“Dan tidak hanya laki-laki, perempuan juga bisa ikut pelatihan di P2TIM, yang kemudian dilatih menjadi hospitality. Mereka nantinya bisa bekerja di hotel maupun restoran,” tambahnya menutup. (wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Eks Bupati di Papua Barat Gabung PSI, DPW: Sementara Login

16 Mei 2026 - 22:44 WIB

Kaesang Pangarep Targetkan Kader Asli Papua Besarkan PSI di Pemilu 2029

4 Mei 2026 - 23:16 WIB

Kaesang Pangarep Pilih Manokwari Jadi Titik Awal ‘Roadshow’ Politik PSI se-Tanah Papua

24 April 2026 - 19:14 WIB

Ma’dika Ketua DPC PDI Perjuangan Bintuni, Markus Waran Ingatkan Kerja Sesuai Koridor

26 November 2025 - 15:00 WIB

Yohanis Manibuy di Konfercab PDI-P : Parpol Itu Jembatan Asmara

26 November 2025 - 09:27 WIB

Golkar Tetapkan Mujiburi Anshar Gantikan Alm. Arius Kemon di DPRK Bintuni

18 November 2025 - 15:03 WIB

Trending di Politik
error: Content is protected !!