Mangrove.id | Peran orang tua memenuhi kebutuhan gizi terhadap anak sejak dalam kandungan, merupakan salah kunci penting untuk mencegah terjadinya stunting. Sabtu (27/5/2023).
Kegiatan yang melibatkan para ibu hamil, menyusui dan yang memiliki anak balita dari sejumlah kampung yang ada di Distrik Sumuri, dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Teluk Bintuni dan para kader posyandu juga yang datang.
Kepala Puskesmas Kampung Tofoi Silas Masumbauw ,hadir untuk mewakili Kepala Dinas Kesehatan bersama Windahsari Panjaitan dan Yuli Dimara, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tofoi.
Ketua TP PKK Distrik Sumuri, Feiby Susiliawati Makatulung Dorisara menjelaskan, untuk kesadaran para ibu di wilayah kerjanya dalam memenuhi kebutuhan gizi dan menjaga kesehatan diri dan anaknya sejak dalam kandungan, masih sangatlah rendah.
Kebanyakan dari mereka malas tahu untuk memeriksa kesehatannya, dan apabila anak-anaknya sakit, atau ketika mereka lagi hamil itu jarang sekali untuk mereka naik periksa kesehatan ke puskesmas terdekat,” kata Feiby.
Dampak dari kurangnya kesadaran orang tua sehingga kebanyakan dari gizi dan kesehatannya yang tidak diperhatikan dengan baik, sehingga dari itulah kegiatan untuk mencegah syuting di gelar.
“kami mengingatkan kembali agar mereka tidak malas memeriksakan diri dan bayinya ke puskesmas terdekat,” tukasnya.
Terkait dengan ibu hamil, menyusui dan pemilik anak balita yang menjadi fokus peserta sosialisasi, istri Kepala Distrik Sumuri ini menyampaikan bahwa posisi mereka memiliki peran penting dalam menentukan masa depan anak-anaknya.
Jika sejak dini sudah dipenuhi gizi dan diperhatikan kesehatannya, maka proses tumbuh kembang anak akan menjadi baik dan itu akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia anak.
Silas Masumbauw, Kepala Puskesmas Tofoi mengapresiasi kegiatan sosialisasi percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan TP PKK Distrik Sumuri. Menurutnya, kegiatan yang di inisiasi oleh TP PKK ini menunjukkan adanya kebersamaan dari seluruh elemen masyarakat dalam memerangi stunting.
“Menjaga kesehatan masyarakat menjadi tanggungjawab bersama. Kegiatan hari ini menjadi bukti adanya kolaborasi yang baik antara PKK dengan Puskesmas,” kata Silas.
Sementara Kepala Distrik Sumuri, Tarsisius Dorisara SH menyampaikan, program pemberantasan stunting merupakan program prioritas yang telah dicanangkan Presiden Joko Widodo. Perintah itu telah diturunkan secara berjenjang, mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati hingga pejabat di tingkat Distrik dan Kelurahan.
“Makanya saya ingatkan kepada para kepala kampung, jangan gunakan Dana Kampung itu sembarang-sembarang. Harus ada alokasi untuk kegiatan penanganan masalah kesehatan masyarakat. Program memberantas stunting ini harus diperhatikan baik, karena kalau tidak ada dananya, program juga tidak bisa berjalan,” Ujar Tarsisius.
Distrik Sumuri yang terdiri dari lima kampung definitif, yakni Kampung Tofoi, Materabu Jaya, Furada, Saengga dan Tanah Merah serta tiga kampung persiapan pemekaran yakni Padang Agoda, Onar Lama dan Onar Baru, memiliki jumlah jiwa di atas 5000.
Namun belum seluruh jumlah penduduk yang ada ini, menyadari pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini maupun memperhatikan kesehatannya sendiri.
“Ketika Ibu Ketua TP PKK menyampaikan ide mengadakan sosialisasi ini, saya langsung setujui. Saya sepenuhnya mendukung, dengan menyiapkan tempat sekaligus anggarannya,” Ujar Tarsisius.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga di isi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa bubur ayam, bubur kacang hijau, telur serta buah. (Susi)
































Hari ini : 607
Kemarin : 846
Total Kunjungan : 165336
Hits Hari ini : 2649
Who's Online : 9