MANOKWARI, mangrove.id| Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perbasi Papua Barat, tengah menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas bola basket di wilayahnya. Pada Mei 2026 mendatang, organisasi ini berencana menggelar kursus wasit dan pelatih lisensi C untuk level kabupaten.
Ketua DPD Perbasi Papua Barat, Kelvin Hartanto Winata, mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen untuk melengkapi perangkat pertandingan di seluruh daerah.
Saat ini, ketersediaan wasit dan pelatih berlisensi masih terpusat di Manokwari, sehingga daerah lain sering kali harus mendatangkan tenaga dari ibu kota provinsi saat menyelenggarakan turnamen.
Pelatihan lisensi C kali ini akan memberikan kuota prioritas bagi sejumlah daerah yang dinilai memiliki iklim kompetisi yang hidup namun masih minim perangkat pertandingan. Sejumlah daerah tersebut adalah: Teluk Bintuni, Fakfak, Kaimana dan Teluk Wondama.
“Tujuannya agar di daerah-daerah bisa menyelenggarakan lebih banyak pertandingan secara mandiri. Dan kami memberikan apresiasi bagi pengurus kabupaten (Pengkab) yang eksis memprioritaskan mereka dalam pelatihan ini,” ujar Kelvin kepada Wartawan di Manokwari, Selasa (28/4/2026).
Kelvin menjelaskan bahwa penguatan SDM di level kabupaten merupakan fondasi awal sebelum naik ke level provinsi. Untuk itu, Perbasi Papua Barat telah merancang roadmap yang berkesinambungan.
“Mei 2026 kami laksanakan kursus pelatih dan wasit berlisensi C di tingkat kabupaten. Oktober 2026 kami fokus pada penyelenggaraan Kejurda, dan tahun depan, kami rencanakan kursus pelatih lisensi B untuk kelas provinsi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kelvin menjelaskan, tujuan program ini bermuara pada kesiapan atlet menuju Pra PON. Karena, dengan banyaknya kompetisi di daerah yang dipimpin oleh wasit dan pelatih berlisensi, diharapkan para atlet memiliki jam terbang tinggi sebelum memasuki turnamen besar.
Mengingat pentingnya agenda ini, Kelvin mengimbau seluruh Pengkab di Papua Barat untuk memaksimalkan kuota yang tersedia. Apalagi, kegiatan yang diselenggarakan tidak dipungut biaya alias gratis, khusus untuk wasit.
“Ini adalah kesempatan. Kami ingin kompetisi di daerah hidup, maka itu perangkat pertandingannya lengkap. Dan target besar kita adalah persiapan matang menuju Pra PON mendatang,” pungkasnya. (len)

































Hari ini : 337
Kemarin : 569
Total Kunjungan : 198477
Hits Hari ini : 547
Who's Online : 11