TELUK BINTUNI, mangrove.id| Pihak manajemen RSUD Teluk Bintuni telah mengirim surat kepada Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) di Makassar, dua minggu lalu.
Surat tersebut, sebagai bagian dari proses yang tengah dilakukan RSUD Teluk Bintuni, untuk bisa membuka layanan hemodialisa atau cuci darah.
Plt. Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Novita Panggau saat wawancara, Kamis (13/11), menjelaskan, surat tersebut adalah langkah awal dari prosedur, guna mendapat rekomendasi PERNEFRI.

dr. Novita Panggau
Dia menjelaskan, rekomendasi PERNEFRI, menjadi syarat penting, karena menjadi dasar bagi Kementerian Kesehatan mengeluarkan izin operasional.
“Saat ini untuk rencana layanan hemodialisa, bisa dibilang kami sudah siap. Karena secara SDM dan sarana prasarananya sudah siap. Bahkan kami sudah siapkan barang habis pakai,” jelasnya.
Dia menuturkan, sampai saat ini pihaknya terus membangun komunikasi dengan PERNEFRI. Dengan harapan, saat jadwal visitasi sudah keluar, rumah sakit telah siap.
“Karena mereka harus datang ke sini untuk visitasi. Saat ini kami hanya menunggu jadwal, kapan mereka datang ke sini untuk melihat pelayanan kami,” ujarnya.
Lebih lanjut dr. Novi mengatakan, sejatinya rumah sakit berkeinginan layanan hemodialisa atau cuci darah, bisa berjalan tahun ini.
Sebab, dari segi SDM hingga sarana prasarana sudah siap. Ditambah jumlah pasien yang memerlukan cuci darah, cukup tinggi.
“Tahapan yang mesti kami lakukan, sudah selesai. Tinggal PERNEFRI datang lakukan visitasi dan berikan rekomendasi. Setelah itu, kami bersurat lagi ke Kemenkes agar bisa diberikan izin. Saat izin operasional sudah keluar, kami langsung jalan,” pungkasnya. (len)































Hari ini : 788
Kemarin : 670
Total Kunjungan : 177511
Hits Hari ini : 2062
Who's Online : 6