
KOTA SORONG, Mangrove.id| Program pendidikan dan kesehatan gratis menjadi program andalan pasangan kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya Nomor Urut 1, Abdul Faris Umlati dan Petrus Kasihiw yang ditawarkan kepada masyarakat.
Bukan tidak mungkin program ini akan terwujud, jika dua figur hebat itu dipercayakan masyarakat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat Daya Periode 2024-2029.
Dalam rapat konsolidasi dengan Relawan Pit for ARUS di kantor DPW Nasdem Papua Barat Daya, Minggu (27/10), Cawagub No.1, Petrus Kasihiw menjelaskan, dua program itu bukan hal yang mustahil bagi pasangan ARUS.
Pasalnya, taktik dan strategi dalam merancang program pendidikan dan kesehatan gratis, pasangan ARUS sudah punya pengalaman.
Berkaitan dengan program pendidikan, pria yang akrab disapa Kaka Pit ini menuturkan, pasangan ARUS akan berupaya program tersebut terealisasi. Namun, ia berharap masyarakat memilih pasangan ARUS pada tanggal 27 November mendatang.
“Biaya pendidikan kami akan upayakan semurah-murahnya. Kalau bisa gratis. Tapi kami akan buat klasifikasinya,” jelasnya.
Ia menjelaskan, mengenai klasifikasi penerima manfaat program itu, yakni golongan masyarakat yang kurang mampu. Artinya, kebijakan seperti ini harus dilakukan, agar alokasi anggaran yang dikeluarkan pemerintah, bisa tepat sasaran.
“Kalau dia orang kaya, masa dia harus nikmati program itu. Kan tidak boleh. Jadi, program itu wajib dinikmati oleh mereka dari kalangan tidak mampu. Sekalipun program yang pemerintah buat demi kepentingan publik, tapi harus kita sepakat yang namanya keadilan,” papar Kaka Pit.
Selain pendidikan, Kaka Pit juga menyebut, di bidang kesehatan, pihaknya juga akan membuat kebijakan yang tidak jauh beda. Dimana dari pembiayaan hingga standar pelayanan, harus betul-betul memenuhi kepentingan masyarakat.
Kendati berkomitmen membuat kebijakan pendidikan dan kesehatan gratis, Kaka Pit menegaskan, pelayanan kepada masyarakat tidak bisa asal-asalan. Artinya, pasangan ARUS sudah punya niat, bahwa pelayanan kepada masyarakat wajib hukumnya berkualitas.
“Tapi, yang penting dari itu ialah, program pendidikan dan kesehatan sekalipun gratis, harus berkualitas. Karena percuma saja kalau gratis, tapi tidak berkualitas,” jelasnya.
“Khusus pendidikan, sekarang ini lapangan kerja swasta hampir tidak membutuhkan ijasah. Dan itu target kami kedepan, bahwa anak-anak kita tidak hanya dibekali ijasah. Tapi dibekali juga dengan skil atau keterampilan,” pungkas mantan Bupati Teluk Bintuni 2 Periode itu. (wanma)

































Hari ini : 561
Kemarin : 846
Total Kunjungan : 165290
Hits Hari ini : 2434
Who's Online : 5