TELUK BINTUNI, Mangrove.id| Paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Daniel Asmorom – Alimudin Baedu (DAMAI) bertekad membangun senteral ekonomi daerah demi bertumbuhnya perekonomian masyarakat. Ini diungkapkan Alimudin dihadapan masyatakat SP4, Selasa (11/9) malam.
Kata dia, selama ini banyak uang beredar di luar Teluk Bintuni sehingga perekonomian masyarakat tidak berjalan dengan baik.
“Karena disini, semua membuang uang ke Manokwari. 7 jam perjalanan, setiap ketemu orang di warung Ransiki- Oransbari, pasti orang Bintuni ada makan disitu. Ini yang harus kita ubah,” ungkapnya.
Satu hal yang menjadi targetnya adalah menjadikan Babo sebagai pusat komersial, lalu menyiapkan dua kapal masing masing stanby di Babo dan Bintuni.
“Waku itu saya ke Kementerian Perhubungan, kami diundang untuk bahas perpanjangan bandara Babo dari yang sekarang 1.300 Meter menjadi 1.800 Meter. Ini bisa kita manfaatkan dengan membangun sentral perekonomian di Babo dan mencegah beredarnya uang ke luar daerah,” ungkapnya.
Dia mencontohkan, di tahun ini telah digelontorkan sebanyak Rp 350 miliar dana desa yang diperuntukkan bagi 260 desa di Kabupaten Teluk Bintuni. Dengan jumlah uang sebanyak itu, pertumbuhan ekonomi harusnya dalam keadaan lebih baik lagi.
“350 miliar dana desa kita mau lihat hasilnya seperti apa? Mungkin saja uang itu lebih banyak dibelanjakan di luar. Kalau berputar di dalam, potensinya sangat luar biasa,” sambung Alimudin.
Dia lalu menyebut konsep tambahan untuk menumbuhkan perekonomian daerah yakni memanfaatkan setiap momen untuk menumbuhkan kegiatan ekonomi.
Misalnya, setiap momen tertentu akan ada 5 hari kegiatan sebelum memasuki hari H. Lima hari itu digunakan untuk menggelar berbagai macam kegiatan termasuk UMKM.
“Misalnya, lima hari sebelum perayaan Hut Bintuni di Bulan Juni, kita gelar berbagai macam kegiatan terpusat. Lalu, di bulan Juli jelang Hut Bhayangkari, kemudian di bulan Agustus jelang proklamasi dan di bulan September jelang Hari Lahir Kejaksaan. Jadi Sepanjang tahun kegiatan ekonomi hidup dengan memanfaatkan momentum,” bebernya.
Hal ini kata dia bisa dilakukan, jika pimpinan daerah ini dipegang oleh orang orang cerdas. Sebab menurutnya,
baik saja tidak cukup.
“Orang cerdas bisa membawa terobosan dalam satu kegiatan. Contohnya jalan santai yang kami gelar dengan melibatkan kegiatan UMKM dan Bakti Kesehatan donor darah. Saya target 5.000, ternyata kupon sampai 12.000 habis. Dari satu kegiatan itu, banyak manfaat yang kita dapat, termasuk bertumbuhnya ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Tak cukup sampai disitu, DAMAI juga membawa konsep untuk menghidupkan setiap potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan di setiap kampung yang ada di Kabupaten Teluk Bintuni.
“Kami ingin ada satu motivator yang ditempatkan disetiap kampung untuk menjadi motor penggerak perekonomian. Kita kontrak lima tahun dengan gaji tertentu. 80 persen OAP, 20 persen nusantara. Mereka yang kemudian akan menjadi penggerak perekonomian dengan setiap potensi yang ada di kampung,” tandasnya. (wanma)
































Hari ini : 241
Kemarin : 867
Total Kunjungan : 177831
Hits Hari ini : 529
Who's Online : 9