Menu

Mode Gelap

Politik · 15 Sep 2024 20:44 WIB ·

Alimudin Baedu: Pemimpin Harus Berpengalaman dan Cerdas, Tidak Bisa Hanya Baik Saja


 Alimudin Baedu saat menjawab beberapa pertanyaan berkaitan dengan masalah pembangunan yang dilontarkan pemuda Tujuh Suku. Alimudin nampak akrab, bahkan santai dengan memberikan jawaban yang konstruktif. Perbesar

Alimudin Baedu saat menjawab beberapa pertanyaan berkaitan dengan masalah pembangunan yang dilontarkan pemuda Tujuh Suku. Alimudin nampak akrab, bahkan santai dengan memberikan jawaban yang konstruktif.

BINTUNI, Mangrove.id| Pemahaman tentang figur pemimpin yang tidak memerlukan pengalaman dan kecerdasan, dianggap merupakan pemahaman yang keliru.

Faktanya, seorang pemimpin pasti memerlukan kecerdasan ketika dihadapkan dengan persoalan, apalagi saat membuat keputusan.

Sementara pengalaman, menjadi barometer  bagi seorang pemimpin dalam membuat kebijakan-kebijakan, yang efektif tetapi juga efisien.

Dua hal ini dijelaskan bakal calon wakil bupati Teluk Bintuni, Dr. Drs. Alimudin Baedu, MM kepada simpatisan pendukung di kampung Banjar Ausoy, SP 4 Manimeri, Sabtu (14/9).

“Kita harus pahami bahwa dalam mencari pemimpin, kita tidak bisa mengatakan hanya butuh orang baik. Karena fakta di lapangan akan berbeda,” ucap Alimudin.

Ia menjelaskan, konteks kabupaten Teluk Bintuni yang punya persoalan sangat kompleks, tidak bisa dianggap sederhana.

Apalagi, luas wilayah Teluk Bintuni mencapai seperempat dari luas provinsi Papua Barat, dengan sebaran penduduk di semua wilayah, memang memerlukan strategi pembangunan yang matang.

“Sebab itu, menjadi pemimpin itu harus orang yang berpengalaman dan punya kompetensi,” katanya.

Ia mencontohkan, perusahaan Gojek yang notabene adalah perusahaan di bidang jasa yang tergolong baru, tapi mampu menyandang status decacorn atau bervaluasi 10 miliar dollar AS lebih atau setara dengan Rp 142 triliun.

Sementara, ia membandingkan dengan sebuah perusahaan maskapai Garuda yang notabene ialah BUMN yang beroperasi cukup lama, namun kapitalisasi pasarnya hanya berada di angka Rp 11,07 triliun.

“Apa yang Gojek lakukan, itu contoh bagaimana kecerdasan itu sangat dibutuhkan dalam perencanaan. Bayangkan, Gojek hanya menggunakan aplikasi, tapi bisa membuat income yang sangat besar,” ujarnya.

Fakta-fakta ini, ia sangat berharap menjadi referensi bagi masyarakat agar tidak terjebak. Dan ia mengajak, masyarakat untuk melawan dengan katakan bahwa pemahaman seperti itu adalah salah.

“Saya dan bapak Daniel Asmorom merupakan figur yang seimbang yang punya pengalaman di eksekutif dan legislatif. Dan selalu saya tegaskan, bahwa kami punya konsep untuk membangun daerah ini,” terangnya.

“Ingat bahwa seorang pemimpin itu harus bisa mengubah rakyatnya. Bukan soal merakyat atau tidak merakyat. Lalu, pemimpin itu dikenal karena karyanya,” pungkasnya.

Sebagai referensi jika kecerdasan dan pengalaman harus dimiliki seorang pemimpin.

1). Decision Maker

Pertama, seorang pemimpin hadir untuk menjadi pengambil keputusan. Pengambilan keputusan jadi bagian terpenting dalam kepemimpinan, apalagi ketika pemimpin sedang melaksanakan fungsi perencanaan untuk keberlangsungan organisasi.

2). Sebagai guide dalam mencapai tujuan

Seorang pemimpin juga menjadi seseorang yang menuntun anggota organisasinya untuk tetap berada dalam jalur dan sesuai dengan tujuan. Ya! Kepemimpinan hadir untuk mencapai tujuan dengan tepat dan tentunya efisien. Dengan adanya seorang pemimpin, maka anggota bisa diarahkan, dan disatukan dengan satu pedoman.

3). Menghadirkan solusi 

Acapkali sebuah organisasi memiliki dinamika yang tak jarang menimbulkan gesekan antara anggotanya. Tak jarang juga masalah hadir dari pihak eksternal. Maka, seorang pemimpin hadir untuk menghadirkan sebuah solusi untuk mereka. Walaupun solusi bisa datang dari sebuah musyawarah antar anggota, tapi kembali lagi decision maker tetap menjadi peran pemimpin. Untuk itu, seorang pemimpin haruslah memiliki sudut pandang dan pengetahuan yang lebih luas dibanding anggotanya.

4). Memotivasi anggota lain

Anggota organisasi tak jarang juga merasakan demotivasi karena banyak lain hal. Seorang pemimpin seyogyanya bisa menjadi sosok yang membangkitkan itu semua. Karena kembali lagi, apabila anggota tidak memiliki hasrat untuk mencapai tujuan yang ada maka akan sulit tujuan bersama tercapai. (wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 116 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ma’dika Ketua DPC PDI Perjuangan Bintuni, Markus Waran Ingatkan Kerja Sesuai Koridor

26 November 2025 - 15:00 WIB

Yohanis Manibuy di Konfercab PDI-P : Parpol Itu Jembatan Asmara

26 November 2025 - 09:27 WIB

Golkar Tetapkan Mujiburi Anshar Gantikan Alm. Arius Kemon di DPRK Bintuni

18 November 2025 - 15:03 WIB

Besok Sugandi Resmi Jabat Wakil Ketua, Sejumlah Menteri Beri Ucapan

25 Juni 2025 - 15:29 WIB

Reses di Waraitama, Ma’dika Terima Aspirasi Soal Irigasi dan Air Bersih

5 Juni 2025 - 21:23 WIB

Manu Horna: Hak Politik Saya sebagai OAP 7 Suku Telah Dirampas

27 Februari 2025 - 18:53 WIB

Trending di Politik
error: Content is protected !!