Menu

Mode Gelap

Politik · 18 Agu 2024 08:13 WIB ·

Petrus Kasihiw: Saya Sudah Berikan Contoh Peradaban Politik yang Maju di Teluk Bintuni


 Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren (kiri) tengah bersenda gurau bersama Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw. Foto Dok Perbesar

Ketua MRPB, Maxsi Nelson Ahoren (kiri) tengah bersenda gurau bersama Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw. Foto Dok

BINTUNI, Mangrove.id| Politik sejatinya adalah seni yang harus dipraktekkan oleh orang-orang cerdas dan memiliki peradaban maju.

Politik juga harus dimanfaatkan sebagai alat untuk mencetak generasi pemimpin berikut yang baik dan amanah, demi kesejahteraan rakyat.

“Politik itu seni yang harus dimainkan oleh orang-orang yang berpikir waras, yang berintegritas, yang bermartabat. Jangan sampai karena politik kita terpecah belah,” ucap Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw kepada wartawan di Bintuni, Jumat (16/8/2024).

Bupati menuturkan, dirinya sudah memberikan contoh tentang peradaban politik yang maju di Teluk Bintuni. Dimana, dalam masa kepemimpinannya bersama Matret Kokop, tidak ada istilah politik balas dendam.

“Saya sudah berusaha keras untuk memberikan contoh yang baik, dengan merangkul semua pihak yang dulu berbeda politik,” kata Bupati.

Di masa politik saat ini, Bupati sangat berharap semua pihak, khususnya para calon kandidat, simpatisan dan pendukung untuk menciptakan pemilu yang sejuk.

Bahkan Bupati berpesan, para calon kandidat, simpatisan dan pendukung sebisa mungkin memberikan edukasi-edukasi politik kepada masyarakat.

“Semua yang maju dan berpeluang maju ini adalah putra-putra terbaik Teluk Bintuni. Entah dia dari gunung kah, dia dari pantai kah. Atau dia berdarah campuran kah atau asli Papua kah, semua adalah putra-putra terbaik,” lugasnya.

Soal hasil pemilu nanti, Bupati mengajak semua pihak untuk menahan diri, menunggu waktunya ketika rakyat memilih pemimpin untuk waktu lima tahun ke depan.

“Kita serahkan sama rakyat yang memilih. Walau kita yang merencanakan, tapi rakyat yang menentukan atas petunjuk dari Yang Maha Kuasa,” jelasnya.

Bupati juga berharap, khusus kepada para calon kandidat, supaya mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi yang santun, demokrasi yang berkualitas, yang tidak menyebarkan fitnah-fitnah atau memprovokasi sehingga terjadi kekisruhan.

Bakal calon wakil gubernur Papua Barat Daya ini mengajak, para pihak yang terlibat politik, harus bisa menjaga serta merawat kemajemukan yang ada di tanah Sisar Matiti.

“Saya mengajak kita semua menjaga hubungan kekerabatan, kekeluargaan kita sebagai masyarakat Tujuh Suku, masyarakat suku Papua dan masyarakat Nusantara yang ada di Teluk Bintuni,” tandas Bupati.

“Mari kita jaga perbedaan kita. Sedikit perbedaan pendapat itu wajar-wajar saja, tetapi ketika ada keputusan nanti di KPU atau sampai di MK, kita wajib junjung tinggi. Sebab itu adalah wujud penghargaan kita terhadap demokrasi,” tutupnya. (wanma)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 133 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ma’dika Ketua DPC PDI Perjuangan Bintuni, Markus Waran Ingatkan Kerja Sesuai Koridor

26 November 2025 - 15:00 WIB

Yohanis Manibuy di Konfercab PDI-P : Parpol Itu Jembatan Asmara

26 November 2025 - 09:27 WIB

Golkar Tetapkan Mujiburi Anshar Gantikan Alm. Arius Kemon di DPRK Bintuni

18 November 2025 - 15:03 WIB

Besok Sugandi Resmi Jabat Wakil Ketua, Sejumlah Menteri Beri Ucapan

25 Juni 2025 - 15:29 WIB

Reses di Waraitama, Ma’dika Terima Aspirasi Soal Irigasi dan Air Bersih

5 Juni 2025 - 21:23 WIB

Manu Horna: Hak Politik Saya sebagai OAP 7 Suku Telah Dirampas

27 Februari 2025 - 18:53 WIB

Trending di Politik
error: Content is protected !!