BINTUNI, Mangrove.id| RSUD Teluk Bintuni menjadi satu-satunya rumah sakit di daerah yang menjadi sentra layanan rujukan dari seluruh puskesmas yang ada.
Kondisi ini, lantas membuat RSUD Teluk Bintuni terus bertransformasi mengikuti perkembangan yang ada.
Utamanya, menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana yang memadai hingga menyiapkan SDM yang andal.
Tujuannya, tak lain demi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Zadrak Tewernussa, Sp.B
“Tantangan rumah sakit di era globalisasi ini sangatlah luas. Karena sekarang kita sedang berhadapan dengan perkembangan teknologi. Dimana, semua lini rumah sakit berbasis digital,” ungkap Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Zadrak A. Tewernussa, Sp.B kepada wartawan di Bintuni, Senin (26/2/2024).
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan yang dihadapi pihaknya, ketika ada kebutuhan yang bersifat darurat atau urgen yang berhubungan dengan pelayanan dasar rumah sakit.
“Contoh, obat-obatan harus tetap ada, oksigen harus tetap ada, dan itu dinamika dalam pengelolaan rumah sakit. Tetap kami berusaha maksimal dan semampu kami,” ujarnya.
Melihat dinamika perkembangan pelayanan di tahun 2024 ini, Zadrak berharap, rumah sakit bisa didorong lebih akseleratif dalam rangka memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.
Meski terus berupaya maksimal menjaga pelayanan tetap stabil, ia mengungkapkan pihaknya saat ini tengah menghadapi dinamika baru seiring perkembangan zaman.
Dimana, dalam sistem pelayanan di rumah sakit berdasarkan regulasi, rumah sakit di era sekarang harus berbasis elektronik. Mulai dari proses pendaftaran pasien hingga alat penunjang medik, harus masuk dalam sebuah sistem digitalisasi.
“Semua ini harus kami penuhi karena berkaitan dengan regulasi. Selain itu, kami juga dituntut untuk memenuhi kaidah-kaidah atau aturan-aturan terkini yang berkaitan dengan perkembangan layanan rumah sakit kedepan,” tandas Zadrak. (Wanma)































Hari ini : 161
Kemarin : 867
Total Kunjungan : 177751
Hits Hari ini : 320
Who's Online : 4