Menu

Mode Gelap

Kesehatan · 17 Nov 2022 16:08 WIB ·

Pemda Teluk Bintuni Komitmen Tahun 2023 Angka Stunting Turun 4%


 Pemda Teluk Bintuni Komitmen Tahun 2023 Angka Stunting Turun 4% Perbesar

Mangrove.id| Dinas kesehatan kabupaten teluk Bintuni gelar kegiatan pertemuan remuk stunting aksi 3 konvergensi percepatan penurunan angka stunting tingkat kabupaten Teluk Bintuni tahun 2022,yang berlangsung di gedung women child and center, yang di buka oleh Plt. sekda Frans N Awak, Kamis(17/11/2022).

Hadir dalam acara yakni, Plt. Sekda. Frans N Awak,Ketua LMA7 Suku, Marten Wersin, Kepala distrik Bintuni, Mozes Koropasi,Plt.RSUD Teluk Bintuni,drg.Ferdinand Mangalik,Plh.Kepala dinas Disdukcspil, Badaruddin.

Dalam pemaparan Sekda Frans N Awak,mengemukakan stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis,sehingga anak terlalu pendek dari usianya, stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terlambat namun juga juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal.

Dikatan Frans Awak,Faktor utama yang menjadi penyebab stunting ialah buruknya asupan gizi dan rendahnya status kesehatan, yang menjadi pemicu kedua faktor penyebab stunting adalah praktek pengasuhan anak yang kurang baik, tidak tersedianya makanan bergizi dalam rumah tangga. Ucap Frans Awak.

“Belum optimalnya layanan kesehatan untuk ibu terutama selama masa kehamilan, layanan kesehatan untuk anak serta kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi”

Sambungnya, untuk pencegahan stunting penting dilakukan melalui dua intervensi yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif, olehnya itu,upaya untuk penurunan dan pencegahan stunting akan lebih berefektif, jika keduannya dilakukan secara konvergen dan terintergrasi oleh semua unsur baik dari pemerintah, swasta dan masyaraka.

Prevelensi stunting di kabupaten Teluk Bintuni berdasarkan data survei status gizi Indonesia (SSGI) yang dilaksanakan kementerian kesehatan pada tahun 2021 yakni 27,5%, untuk itu pemda berkomitmen pada tahun 2023 terjadi penurunan sebesar 4% sehingga prevalensi balita stunting kabupaten teluk bintuni dapat menurun menjadi 23,5%,Ujar Frans Awak.

“Melalui remuk stunting tingkat kabupaten teluk Bintuni, semua pihak harus bekerja sama dalam mendukung terwujudnya masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, pemenuhan air minum dan sanitasi,” (Susi)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 188 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perjuangan ATLM Muda Dari Babo Untuk Jadi Pembaca Mikroskopi Malaria yang Andal

16 November 2025 - 21:29 WIB

Pengadaan 3 Alkes, RSUD Bintuni Ajukan Proposal ke Pusat

14 November 2025 - 10:31 WIB

Kejar Target Layanan Cuci Darah, RSUD Bintuni Surati PERNEFRI

14 November 2025 - 10:28 WIB

Dua Dokter RSUD Bintuni Ukir Prestasi di Level Provinsi, Ketua LMA 7 Suku: Kami Bangga

14 November 2025 - 10:24 WIB

Prestasi Mentereng RSUD Bintuni, Joko Lingara: Jangan Lupakan Jasa Para Pendahulu

13 November 2025 - 09:31 WIB

Tokoh Adat dan Tokoh Agama, Apresiasi Perkembangan RSUD Bintuni

12 November 2025 - 21:20 WIB

Trending di Kesehatan
error: Content is protected !!