Mangrove.id| Masyarakat Adat di tiga distrik wilayah Sebyar yakni, Distrik Taroi, Distrik Kamundan dan Distrik Weriagar sudah menyatakan diri pisah atau tidak lagi bagian dari Suku Sebyar yang merupakan salah satu dari Tujuh Suku Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.
Alasan Masyarakat Adat di tiga distrik itu memisahkan diri, disinyalir tidak ada titik terang berkaitan dengan pembagian dana kompensasi ganti rugi tahap dua dari Pemerintah atas eksploitasi migas di wilayah Sebyar senilai Rp 16,2 Miliar.

Usai menyatakan pisah dari Sebyar, Masyarakat Adat tiga distrik itu kemudian berikrar membentuk Suku Kembaran.
Ketua LMA Tujuh Suku/Teluk Bintuni, Marten Wersin yang dikonfirmasi Wartawan, Selasa (31/5/2022) mengaku tidak setuju dengan keputusan masyarakat di tiga distrik itu untuk berpisah dan membentuk suku sendiri.
Dikatakan Wersin, Suku Sebyar, Suku Damban dan Suku Kembaran adalah satu secara bahasa dan budaya. “Belum ada pembicaraan secara resmi di forum LMA Teluk Bintuni. Karena suku-suku ini dibawah naungan LMA Tujuh Suku,” ujar Wersin.
Kendati berbagai persoalan yang ada, Wersin kembali berharap agar ada titik terang bagi kesatuan Suku Sebyar.
“Jangan ada perpisahan atau perpecahan diantara kita. Diatur baik jangan sampai terpisah. Tapi, kalau memang tidak ada jalan keluar lagi ya, itu hak mereka juga,” tutup Wersin. (Susi)

































Hari ini : 471
Kemarin : 375
Total Kunjungan : 164354
Hits Hari ini : 1670
Who's Online : 7