MANOKWARI, mangrove.id| Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Papua Barat mengingatkan para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat dan provinsi, untuk tidak ikut-ikutan pawai maupun konvoi piala dunia.
Di tengah demam bola yang tengah melanda masyarakat, para calon anggota Paskibraka diminta untuk menahan diri demi persiapan jelang pelatihan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Barat melalui Sekretaris Badan, Fredy Pata, SE, M.Si, di sela-sela memimpin rapat bersama para calon anggota Paskibraka di ruang rapat Merah Putih kantor Bakesbangpol Papua Barat, Arfai, Manokwari, Rabu (1/7/2026).
“Karena ini kan sekarang lagi hiruk-pikuknya bola, takutnya adik-adik ini mereka ikut pawai, konvoi, yang dampaknya nanti ke diri sendiri. Jadi kita minta mereka sebelum masuk penampungan, mereka jaga kesehatan, serta tidak melakukan olah raga yang bisa mencederai diri,” ujar Pata dalam wawancara bersama Awak Media usai rapat.
Lebih lanjut, ia mengungkap, para calon Paskibraka ini dijadwalkan akan mulai masuk ke pusat penampungan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Manokwari, sekitar tanggal 20 Juli mendatang.
Selama masa karantina, ia mengatakan, para calon anggota Paskibraka tidak hanya menjalani latihan fisik, tetapi juga akan dibekali dengan pelatihan mental ideologi serta wawasan kebangsaan yang akan dibawakan langsung oleh Kepala Bakesbangpol Papua Barat.
Guna menjaga fokus selama masa pendidikan dan pelatihan (diklat), panitia menerapkan aturan ketat, salah satunya adalah larangan membawa telepon genggam (handphone).
Meskipun demikian, ia meminta para peserta tidak perlu khawatir kehilangan momen berharga mereka. Seluruh dokumentasi kegiatan akan diakomodasi sepenuhnya oleh panitia dan dapat diakses secara publik.
“Semua dokumentasi itu nanti bisa dilihat pada saluran media sosial kami di YouTube, TikTok atau Telegram Panitia Paskibraka Kesbangpol Provinsi Papua Barat. Itu sudah kami buat,” jelasnya.
Ia menambahkan, berdasarkan hasil seleksi ketat yang dilakukan oleh panitia daerah dan pusat, total terdapat 38 pelajar yang dinyatakan lolos.
Dari jumlah tersebut, satu pasang (2 orang) terpilih untuk bertugas sebagai Anggota Paskibraka Nasional di Jakarta, sementara 36 orang lainnya yang terdiri dari 17 putri dan 21 putra akan bertugas di Provinsi Papua Barat. Para peserta ini merupakan utusan terbaik dari Kabupaten Manokwari, Fakfak, dan Manokwari Selatan (Mansel).
“Pesan kami, mewakili pimpinan dan pemerintah, agar adik-adik terus jaga kesehatan sampai hari-H, baik yang mengibarkan bendera pusaka di Jakarta maupun yang bertugas di lapangan upacara tingkat provinsi,” pungkasnya. (len)




















Hari ini : 407
Kemarin : 0
Total Kunjungan : 244189
Hits Hari ini : 694
Who's Online : 6