MANOKWARI, mangrove.id| Momen penuh kebersamaan mewarnai penghujung langkah Kontingen Pesparawi Nasional ke-14 Tahun 2026 asal Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam di Tanah Papua. Sebelum kembali ke Negeri Rencong, rombongan dari ujung barat Indonesia ini menyempatkan diri menanam 100 bibit tanaman di Pulau Mansinam, Manokwari, pada Jumat (26/6/2026).

Aksi penghijauan di pulau bersejarah bagi umat Kristen di Tanah Papua ini diinisiasi dan difasilitasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Papua Barat selaku Orang Tua Angkat Kontingen Aceh, berkolaborasi dengan Pemerintah Kampung Mansinam.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Papua Barat, Rheinhard C. Maniagasi, S.STP, M.Si, mengungkapkan bahwa aksi penanaman pohon ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah ikatan emosional yang monumental antara Aceh dan Papua.
“Kegiatan ini menjadi hal yang monumental. Tanaman ini kelak akan menjadi kenang-kenangan bagi masyarakat di sini,” ujar Rheinhard hangat.

Ia menambahkan, pohon-pohon yang ditanam hari ini diproyeksikan akan memberikan dampak jangka panjang, baik dari sisi ekologi maupun pariwisata religi di Pulau Mansinam.
“Kami percaya bahwa tanaman ini ke depan akan bermanfaat bagi warga di sini, tetapi juga para wisatawan yang datang ke Mansinam. Ini merupakan bagian dari wujud kebersamaan, serta yang kami harapkan adalah saudara-saudara kita dari Nanggroe Aceh Darussalam bisa membawa kabar sukacita dari tempat ini,” harapnya.
Sambutan yang hangat juga disampaikan oleh Kepala Kampung Mansinam, Welly Rumsayor. Menuturnya, kehadiran rombongan Aceh di Mansinam, adalah sebuah kehormatan rohani.
“Kami percaya apa yang kita tanam hari ini, akan diberkati Tuhan. Saat rombongan kembali ke tanah Aceh, kami juga sangat percaya bahwa saudara-saudara akan membawa berkat dari tanah ini,” tutur Welly.
Menutup kalimatnya, Welly menyampaikan sebuah pesan persaudaraan yang mendalam menembus batas geografis Nusantara. “Kami dari Indonesia Timur, menitipkan salam buat saudara-saudara kami yang ada di Aceh,” singkatnya.
Sementara itu, Ketua Rombongan Kontingen Aceh, Dr. Samarel Telaumbanua, S.PAK, M.Pd, mengaku bersyukur atas kehangatan luar biasa yang mereka terima selama berada di Manokwari, khususnya dari pihak Badan Kesbangpol Papua Barat.
“Kami bersyukur atas kesempatan yang baik ini. Kami yakini bahwa ini semua rencana Tuhan. Khususnya, kami sangat bersyukur karena kami mendapat ‘Orang Tua Angkat’ yang begitu baik bagi kami. Ini sangat luar biasa,” ungkap Samarel penuh apresiasi.
Bagi Kontingen Aceh, ikut menanam bibit pohon di Mansinam menjadi memori penutup yang sangat indah dan sakral.
“Secara khusus, kami sangat berterima kasih dan apresiasi atas kesempatan ini. Di mana, kami bisa hadir di tempat yang menjadi saksi kebesaran Tuhan. Kiranya, semua yang kita laksanakan hari ini akan menjadi berkat buat kita semua,” tambahnya.
Momen penanaman pohon ini sekaligus menjadi penanda perpisahan. Kontingen Aceh dijadwalkan akan bertolak kembali ke kampung halaman pada Sabtu (27/6/2026) pagi.
“Pada kesempatan ini juga, kami mohon pamit karena kami akan kembali ke Aceh besok pagi,” pungkas Samarel. (len)

































Hari ini : 571
Kemarin : 642
Total Kunjungan : 242254
Hits Hari ini : 1329
Who's Online : 5